Narasita.com- PALU, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengajak masyarakat meningkatkan literasi keuangan keluarga agar mampu mengelola keuangan rumah tangga secara bijak sekaligus terhindar dari berbagai risiko keuangan, seperti investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Ajakan tersebut disampaikan Imelda saat membuka kegiatan Literasi Keuangan Keluarga dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) 2026 di Kampung Keluarga Berkualitas Mantap Bergerak, Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan itu diikuti warga setempat, terutama ibu rumah tangga. Menurut Imelda, peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan tidak hanya penting bagi masyarakat di Kelurahan Buluri, tetapi juga diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh keluarga di Kota Palu.

“Literasi keuangan ini tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat di kelurahan ini saja, tetapi juga untuk seluruh kelurahan di Kota Palu. Pengetahuan seperti ini sangat penting agar keluarga mampu mengatur keuangan dengan baik dan terhindar dari berbagai risiko,” kata Imelda.

Ia menilai ibu memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga karena menjadi pihak yang mengatur pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Kemampuan mengelola anggaran, kata dia, menjadi salah satu kunci agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi meski dengan pendapatan yang terbatas.

“Ibu-ibu biasanya paling pintar mengelola keuangan. Uang Rp10 ribu saja bisa diolah menjadi makanan yang enak untuk keluarga,” ujarnya.

Selain mengelola pengeluaran, Imelda juga mendorong perempuan untuk tetap produktif melalui pekerjaan atau usaha yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Dalam kesempatan itu, Imelda mengingatkan masyarakat agar lebih selektif memilih layanan jasa keuangan. Ia meminta warga memastikan legalitas setiap produk keuangan sebelum memanfaatkannya.

“Ada investasi ilegal, gadai ilegal, dan pinjaman online ilegal. Kita harus tahu mana yang legal dan mana yang ilegal. Selain itu, kita juga harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan agar keuangan keluarga tetap sehat,” ucapnya.

Imelda juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital. Ia mengingatkan warga agar tidak sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya karena berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi.

“Jangan mudah mengklik link yang tidak jelas karena bisa menjadi jalan bagi pelaku kejahatan untuk mengakses handphone kita dan mengambil data pribadi. Kehati-hatian sangat penting di era digital seperti sekarang,” katanya.

Ia berharap kegiatan literasi keuangan tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk menambah pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan keluarga sehari-hari.rls