Narasita.com- MOROWALI,— PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat komitmennya di bidang pendidikan melalui program Rumah Literasi Sidaya. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) itu menjadi wadah pembelajaran nonformal sekaligus ruang aktivitas positif bagi anak-anak di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Rumah Literasi Sidaya yang berlokasi di Desa Labota hadir untuk memberikan ruang belajar, mengembangkan kreativitas, serta membantu mengurangi potensi anak-anak terpapar dampak negatif pergaulan di luar jam sekolah.

Education Program Staff CSR Department PT IMIP, Agista Ayu Tansyania, mengatakan keberadaan Rumah Literasi membawa perubahan perilaku yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para orang tua.

“Dulu orang tua bingung di mana keberadaan anak mereka setelah pulang sekolah. Sekarang banyak yang langsung mencarinya ke Rumah Literasi. Mereka tahu anaknya sedang berkegiatan positif bersama kami di sini,” ujar Agista, Jumat (26/6/2026).

Menurut Agista, program tersebut lahir dari hasil asesmen lapangan yang dilakukan Departemen CSR PT IMIP pada 2023 di Kecamatan Bahodopi. Berdasarkan masukan masyarakat dan para guru, perusahaan kemudian menyusun kurikulum pembelajaran nonformal yang disesuaikan dengan kebutuhan warga.

“Program ini merupakan langkah konkret untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” katanya.

Hingga pertengahan 2026, jangkauan Rumah Literasi telah diperluas ke Desa Bahomakmur dan Desa Sombori. Materi pembelajaran yang diberikan mencakup bahasa Inggris, bahasa Mandarin, musik, hingga tari tradisional.

Khusus di Rumah Literasi Sombori, kurikulum difokuskan pada program calistung (baca, tulis, hitung) bagi anak-anak maupun orang dewasa sebagai upaya membantu mengurangi angka buta aksara di wilayah tersebut.

Selain itu, PT IMIP juga mengembangkan berbagai metode pembelajaran untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Salah satunya melalui program hari baca mingguan yang mendorong peserta membaca berita atau artikel, kemudian mendiskusikan isi bacaan bersama.

“Di Rumah Literasi, anak-anak tidak hanya belajar. Mereka juga berdiskusi dan saling memberi masukan. Ini membuka relasi dengan anak-anak dari sekolah lain sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih berani dan terbuka,” ujar Agista.

Melalui program Rumah Literasi Sidaya, PT IMIP berharap kontribusi perusahaan tidak hanya dirasakan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, khususnya di kawasan sekitar operasional perusahaan.rls