PALU, NARASITA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca nasional pada Jumat, 24 Juli 2026, menempatkan wilayah Sulawesi Tengah dalam kategori waspada terhadap potensi angin kencang hingga Sabtu, 25 Juli 2026. Dinamika atmosfer yang dipengaruhi Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina Timur, serta fenomena El Nino yang masih aktif, menjadi penyebab utama kondisi cuaca Sulawesi Tengah ini, meskipun intensitas hujan tidak masuk kategori ekstrem.

Analisis teknis BMKG menunjukkan Bibit Siklon Tropis 92W memiliki tekanan pusat 998 hPa dan kecepatan angin maksimum 35 knots, dengan potensi tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48–72 jam ke depan. Fenomena ini, bersama dengan El Nino kuat, berkontribusi pada pola konvergensi angin dan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

BMKG mengategorikan peringatan dini ini sebagai “Waspada” untuk potensi hujan sedang-lebat dan angin kencang di Sulawesi Tengah. Penting untuk dicatat bahwa pada 24 Juli 2026, tidak ada wilayah di Indonesia yang berada dalam status “Siaga” maupun “Awas”.

“Masyarakat Sulawesi Tengah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan hujan lebat lokal. Meski tidak ada status Siaga maupun Awas, dampak hidrometeorologi seperti genangan, luapan sungai, dan tanah longsor tetap harus diantisipasi,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Indeks iklim global juga menunjukkan kondisi El Nino yang kuat dengan nilai Nino 3.4 mencapai +1,47, serta Southern Oscillation Index (SOI) di angka -29,6. Selain itu, BMKG turut mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau panjang, meskipun hujan lebat lokal masih bisa terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.

“Bibit Siklon Tropis 92W yang terpantau di Laut Filipina Timur berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 72 jam ke depan. Hal ini dapat meningkatkan intensitas hujan di wilayah timur Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah,” tambah Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.

Kondisi cuaca di Palu dan sekitarnya pada 24 Juli 2026 diperkirakan hujan ringan hingga sedang, dengan potensi angin kencang pada sore hingga malam hari. Masyarakat di wilayah pesisir dan dataran tinggi diimbau untuk tetap waspada terhadap risiko longsor dan banjir lokal. BMKG menekankan pentingnya memantau informasi resmi melalui kanal-kanal resmi untuk mendapatkan informasi cuaca terbaru.