JAKARTA, NARASITA – Layanan kecerdasan buatan populer, ChatGPT, mengalami gangguan global atau ChatGPT down global pada 25 Juli 2026, menghentikan akses jutaan pengguna di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, India, Eropa, Israel, hingga Indonesia. OpenAI sebagai pengembang telah mengonfirmasi insiden ini setelah ribuan laporan masuk ke platform pemantau Downdetector, mengindikasikan masalah serius yang memengaruhi fungsionalitas login, percakapan, serta akses API.

Gangguan ChatGPT down global ini dilaporkan mencapai lebih dari 1.500 laporan di India dan 3.000 di Amerika Serikat dalam hitungan menit saja. Data menunjukkan bahwa 80% laporan terkait masalah pada layanan utama ChatGPT, diikuti oleh 8% pada aplikasi seluler, dan 6% pada API. Skala geografis gangguan ini sangat luas, mencakup wilayah seperti AS, Eropa, India, Jepang, Australia, Israel, Uni Emirat Arab, dan juga Indonesia.

Dampak dari ChatGPT down global sangat terasa bagi berbagai segmen pengguna. Pengguna umum menghadapi kesulitan login, percakapan yang macet, serta pesan kesalahan saat mencoba menggunakan platform. Sementara itu, para pengembang yang mengandalkan API dan Codex dari OpenAI mengalami gangguan operasional pada aplikasi mereka.

Banyak startup dan perusahaan yang mengintegrasikan layanan OpenAI ke dalam operasi mereka juga terhenti akibat masalah ini. Gangguan simultan yang terjadi di berbagai benua ini menjadi indikasi kuat adanya masalah backend bersama pada infrastruktur OpenAI, yang menyebabkan ChatGPT down global.

Melalui laman status resminya, OpenAI mengonfirmasi tengah menangani masalah ini. “Kami telah menerapkan mitigasi dan sedang memantau pemulihan,” kata OpenAI.

Gangguan yang menyebabkan ChatGPT down global ini terbilang jarang terjadi, mengingat riwayat uptime layanan yang cukup stabil. Tercatat, uptime ChatGPT mencapai 99,66%, API 99,93%, dan Codex 99,98%. Namun, ini adalah insiden kedua dalam beberapa minggu terakhir, setelah sebelumnya ChatGPT juga sempat mengalami kegagalan dalam memproses gambar dan Codex.

Menurut catatan, gangguan ini mulai terjadi sekitar pukul 12.00 hingga 14.00 waktu global pada 25 Juli 2026. Meskipun pemulihan sedang berlangsung, belum ada estimasi waktu pasti kapan layanan akan kembali normal sepenuhnya. Pengguna diminta untuk memantau pembaruan langsung dari OpenAI untuk informasi terkini mengenai status layanan.