PALU, NARASITA – Sejumlah warga menyampaikan empat poin penting aspirasi warga Palu dalam kegiatan reses caturwulan II anggota DPRD Kota Palu, Muslimun, pada 20/06. Pertemuan ini berlangsung di Jalan Asam 2, Kecamatan Palu Barat, Kelurahan Ulujadi. 

Aspirasi warga Palu yang disampaikan mencakup kelanjutan pembangunan jalan rabat, penerangan jalan menuju Masjid Al Mubarak, dukungan permodalan bagi pelaku UMKM, serta ketersediaan lahan pemakaman umum di Kuburan Pogego. Isu-isu ini menunjukkan prioritas kebutuhan infrastruktur dan kesejahteraan sosial di wilayah tersebut.

Salah satu aspirasi warga Palu adalah mengenai kelanjutan pembangunan jalan rabat. Warga menjelaskan bahwa pembangunan jalan menuju fasilitas umum di lorong tersebut telah dimulai, namun terhenti karena keterbatasan anggaran. Jalan rabat ini penting karena mengarah ke Kuburan Pogego.

“Pekerjaan jalan tersebut sudah dilaksanakan, tetapi masih terhenti karena anggarannya memang hanya sampai di situ,” kata  Ilham , warga dalam kegiatan reses tersebut.

Selain itu, aspirasi warga Palu lainnya adalah permintaan akan penerangan jalan menuju Masjid Al Mubarak. Meskipun tiang-tiang beton telah terpasang di sepanjang jalan, lampu penerangan belum juga direalisasikan, padahal usulan ini telah disampaikan berulang kali. 

Aspek pemberdayaan UMKM juga menjadi perhatian dalam aspirasi warga Palu. Warga berpendapat bahwa bantuan modal lebih dibutuhkan daripada peralatan, karena banyak pelaku UMKM telah memiliki perlengkapan dasar. Harapannya, bantuan modal dapat diberikan secara perorangan kepada pelaku UMKM yang produktif.

“Yang lebih dibutuhkan adalah bantuan modal. Kalau memungkinkan, bantuan modal tersebut diberikan kepada perorangan, tidak harus berkelompok,” katanya.

Terakhir dalam aspirasi warga Palu adalah ketersediaan lahan pemakaman umum di Kuburan Pogego. Warga menyampaikan bahwa lahan tersebut semakin padat dan dikhawatirkan tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat di masa mendatang, khususnya bagi warga Lere. Warga meminta Muslimun mencari solusi terkait masalah ini, termasuk opsi penyediaan lahan pemakaman baru.

Muslimun menanggapi aspirasi warga Palu dengan menyatakan bahwa semua persoalan yang disampaikan akan menjadi pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti. Ia berjanji akan memasukkan aspirasi ini dalam pembahasan APBD 2027.

“Ini menjadi PR kami. Untuk itu, pada reses ini ada dari PU dan Perkim. Ke depan, akan kami masukkan dalam APBD 2027,” kata Muslimun.

Ia menambahkan, keterlibatan perangkat daerah terkait akan sangat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan dan menindaklanjuti aspirasi warga Palu sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Muslimun menegaskan bahwa reses adalah kesempatan penting bagi anggota DPRD untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat dan mengawal aspirasi tersebut dalam program pembangunan.

Kegiatan reses caturwulan II ini dikoordinir oleh Degrita dan A. Agustiar TIE, F.T., dengan pendamping reses Nurdin dan Fitriah Muchsin Tandju.