PALU, NARASITA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan pada Minggu (30/8/2026) dini hari. Tim gabungan, termasuk personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu, berjibaku memadamkan api yang merambah lahan perkebunan jati warga.
Informasi awal mengenai Karhutla Banggai diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Luwuk pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 22.40 WITA. Tanpa menunda, Tim Rescue Pos SAR Luwuk segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan dukungan penanganan Karhutla Banggai.
Setibanya di lokasi, pada Minggu (30/8/2026) pukul 01.00 WITA, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Luwuk bersama unsur lainnya langsung berkoordinasi dan memulai upaya pemadaman. Fokus utama adalah mengendalikan api yang melahap lahan perkebunan jati seluas kurang lebih 1 hektar.
Setelah beberapa jam berjibaku, tim gabungan berhasil menguasai situasi. Ketiga titik api yang ditemukan di lokasi Karhutla Banggai berhasil dipadamkan sepenuhnya. Api benar-benar padam pada Minggu (30/8/2026) pukul 03.30 WITA, memastikan tidak ada lagi potensi penyebaran api.
Lokasi Karhutla berada di koordinat 0°45’44.72″S 122°57’37.18″E, berjarak sekitar 2 kilometer dari permukiman warga. Jarak yang cukup jauh ini membantu mencegah api merembet ke area permukiman.
Dalam operasi penanganan Karhutla Banggai ini, sejumlah alat utama dan peralatan SAR dikerahkan. Di antaranya adalah mobil pemadam kebakaran dari BPBD Banggai dan PT ATS Merpati, peralatan sprayer elektrik, senter, D-Max Double Cabin, tandu basket, APD, serta peralatan komunikasi dan pendukung lainnya.
Personel yang terlibat dalam operasi pemadaman Karhutla ini meliputi Rescuer Pos SAR Luwuk, BPBD Banggai, TRC BPBD Banggai, dan personel dari PT ATS Merpati. Kerja sama antarinstansi ini menjadi kunci keberhasilan pemadaman Karhutla Banggai.
“Demikian hasil operasi SAR dukungan Karhutla disampaikan,” kata Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.





