TURIN, NARASITA – Klub raksasa Italia, Juventus, merilis pembaruan medis terkait kondisi dua pemain muda mereka, Kenan Yildiz dan Jeff Ekhator. Informasi ini datang setelah Kenan Yildiz operasi pada 31 Agustus 2026 di Augsburg, Jerman, menyusul cedera serius yang dialaminya. Sementara itu, Jeff Ekhator, gelandang bertahan berusia 20 tahun, juga harus menepi karena cedera otot paha kanan.
Kenan Yildiz, penyerang berusia 21 tahun asal Turki, dilaporkan sukses menjalani operasi untuk mengatasi fraktur pangkal metatarsal kelima di kaki kirinya. Operasi ini dilakukan di Hessingpark Klinik, Augsburg, Jerman, oleh Dr. Martin Jordan, dengan didampingi oleh Dr. Marco Freschi, dokter klub Juventus. Setelah operasi Kenan Yildiz ini, sang pemain dijadwalkan akan memulai program rehabilitasi intensif mulai 1 September 2026.
Di sisi lain, Jeff Ekhator mengalami cedera otot paha kanan, tepatnya pada bagian semitendinosus, yang dikategorikan tingkat sedang. Cedera ini terjadi saat sesi latihan klub pada 30 Agustus 2026. Ekhator telah menjalani pemeriksaan radiologi di J|Medical, Turin, untuk mengevaluasi tingkat keparahan cederanya. Kondisi Jeff Ekhator ini akan dievaluasi lebih lanjut dalam dua minggu ke depan untuk menentukan durasi absennya dari lapangan hijau.
Kedua insiden cedera ini tentu menjadi perhatian serius bagi Juventus, mengingat peran penting Kenan Yildiz dan Jeff Ekhator dalam rotasi tim, terutama menjelang bergulirnya Serie A musim 2026/27. Pembaruan medis terbaru ini mengindikasikan bahwa Juventus akan menghadapi awal musim tanpa dua talenta mudanya ini.
“Operasi Kenan Yildiz berjalan sukses. Jeff Ekhator mengalami cedera otot paha kanan tingkat sedang dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan dalam dua minggu,” kata pihak Juventus melalui pernyataan resmi mereka.
Rehabilitasi Kenan Yildiz pascaoperasi metatarsal akan menjadi fokus utama tim medis, sementara Jeff Ekhator harus menunggu evaluasi lanjutan untuk mengetahui kapan ia bisa kembali berlatih bersama tim. Kehilangan dua pemain muda ini diprediksi akan sedikit memengaruhi kekuatan dan kedalaman skuad Juventus di awal kompetisi.





