JAKARTA, NARASITA – Kesehatan kulit seringkali diasosiasikan dengan penggunaan produk perawatan kulit atau skincare yang tepat. Namun, sebuah faktor penting yang kerap terlewatkan adalah kualitas air di rumah yang digunakan sehari-hari. Pakar dermatologi menyebutkan bahwa air yang kita gunakan untuk mandi atau mencuci wajah memiliki dampak signifikan terhadap kondisi kulit, bahkan dapat memperburuk masalah kulit tertentu jika kualitasnya buruk.
Dr. Tania Putri, seorang dermatologis ternama, menjelaskan bahwa air di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, terutama dalam hal kesadahan. Air sadah, yang mengandung mineral tinggi seperti kalsium dan magnesium, dapat meninggalkan residu pada kulit. Residu ini, kata Dr. Tania, berpotensi menyumbat pori-pori dan mengurangi efektivitas produk skincare yang digunakan. Oleh karena itu, kualitas air di rumah patut menjadi perhatian utama.
Mineral yang tinggi dalam air sadah juga dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit, atau skin barrier. Kerusakan pada skin barrier membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi, kemerahan, dan kekeringan. Kondisi ini dapat memperparah masalah kulit seperti eksim, jerawat, atau kulit sensitif, meskipun sudah rutin menggunakan produk perawatan yang mahal. Pentingnya menjaga kualitas air di rumah menjadi semakin jelas.
“Bukan hanya sabun atau pelembab yang penting, kualitas air di rumah juga memegang peran krusial. Air sadah dapat membuat sabun tidak berbusa maksimal dan meninggalkan lapisan film pada kulit, yang justru mengeringkan dan memicu iritasi. Ini adalah masalah yang sering diabaikan pasien saya,” kata Dr. Tania Putri, Dermatolog.
Solusi untuk mengatasi dampak buruk kualitas air di rumah yang kurang baik bervariasi. Salah satunya adalah dengan memasang filter air pada saluran air utama atau di kepala shower. Filter air dapat membantu mengurangi kandungan mineral dan kontaminan lain yang ada di dalam air. Selain itu, penggunaan produk pembersih wajah yang lembut dan pelembab yang intensif setelah mandi juga sangat disarankan untuk menjaga kelembapan kulit.
Masyarakat dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai kualitas air di wilayah mereka melalui perusahaan daerah air minum (PDAM) setempat. Memahami karakteristik air yang digunakan sehari-hari adalah langkah awal penting untuk memastikan kulit tetap sehat dan terawat. Dengan demikian, investasi pada skincare tidak akan sia-sia jika kualitas air di rumah juga diperhatikan.





