UDINE, NARASITA – Pelatih Lazio, Gennaro Gattuso, menegaskan ambisinya untuk membangun identitas baru yang sarat intensitas tinggi, bahkan ‘seribu kilometer per jam’, setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Udinese pada pekan ketiga Serie A awal September 2026. Gattuso ingin timnya selalu bergerak dinamis dan agresif, meninggalkan sistem lama demi filosofi yang lebih menuntut.

Kemenangan di Stadion Bluenergy tersebut diraih Lazio setelah sempat tertinggal. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Davide Frattesi, disusul gol kemenangan Albert Guðmundsson di menit akhir pertandingan. Momen ini menjadi bukti awal dari proyek besar yang tengah dibangun oleh Gattuso di klub Ibu Kota tersebut.

Meski meraih poin penuh, Gattuso tidak lantas berpuas diri. Ia secara terbuka mengkritik timnya yang sempat kehilangan fokus setelah kebobolan. Fokus utama Gattuso Lazio adalah pada mentalitas dan kerja keras yang wajib dimiliki setiap pemainnya.

“Kami harus selalu bergerak dengan kecepatan seribu kilometer per jam,” kata Gennaro Gattuso, menekankan pentingnya intensitas yang tidak boleh surut sepanjang pertandingan. Pernyataan ini mencerminkan filosofi melatih Gattuso Lazio yang sangat mengedepankan gairah dan etos kerja.

Mantan gelandang legendaris Italia ini secara sengaja membongkar sistem 4-3-3 yang sebelumnya digunakan. Ia menggantinya dengan pendekatan yang lebih mengutamakan pressing ketat, dinamika peran antar pemain, dan fleksibilitas taktik. Bagi Gattuso, formasi di atas kertas tidak sepenting bagaimana pemain memahami peran dan bergerak di lapangan.

“Formasi tidak terlalu penting. Angka-angka itu tidak banyak berarti,” tambah Gattuso, menjelaskan bahwa yang paling fundamental adalah adaptasi dan respons pemain terhadap situasi. Fleksibilitas pemain seperti Guðmundsson, yang bisa bermain sebagai mezzala, penyerang sayap, atau second striker, menjadi elemen kunci dalam strategi Gattuso Lazio yang baru ini. Frattesi juga menunjukkan dinamika tinggi, meskipun harus diganti karena kehabisan tenaga, membuktikan tuntutan fisik yang tinggi dari taktik Gattuso.

Proyek Gattuso ini diharapkan membawa Lazio bersaing di papan atas Serie A dengan identitas yang agresif dan penuh semangat juang, berbeda dari filosofi pelatih-pelatih sebelumnya.