PALU, NARASITA – Sebanyak 125 unit Hunian Tetap (Huntap) Kuwait Village II di Jalan Malontara, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, resmi diserahkan kepada warga penerima manfaat pada 13/09. Peresmian Huntap Kuwait Village II ini menjadi kabar baik bagi ratusan keluarga penyintas bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi 2018 yang kini memiliki tempat tinggal tetap.
Peresmian Huntap Kuwait Village II dihadiri oleh Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin dan perwakilan donatur dari Pemerintah Kerajaan Kuwait, Abdullah Al-Qulaish. Acara ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada salah satu warga penerima manfaat. Keberadaan Huntap Kuwait Village II sangat berarti untuk pemulihan pascabencana.
Imelda Liliana Muhidin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kerajaan Kuwait atas dukungan mereka dalam pembangunan hunian ini. Bantuan ini merupakan wujud solidaritas internasional yang sangat membantu masyarakat terdampak bencana. Huntap Kuwait Village II diharapkan dapat memberikan kehidupan yang lebih baik.
“Alhamdulillah hari ini saya menghadiri peresmian Huntap, Hunian Tetap Mandiri bantuan dari Pemerintah Kuwait,” kata Imelda.
Menurut Imelda, seluruh 125 unit rumah di Huntap Kuwait Village II telah terisi penuh oleh warga penerima manfaat. Mayoritas penghuni adalah warga Kota Palu yang menjadi korban gempa 2018, termasuk penyintas dari kawasan Balaroa yang terdampak parah likuefaksi. Huntap Kuwait Village II menyediakan solusi hunian bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.
“Jadi ini bantuan dari mereka ada 125 rumah di dalam hunian ini dan semuanya Alhamdulillah sudah terisi oleh warga masyarakat. Sebagian besar lebih banyak orang Kota Palu yang menjadi korban gempa di Balaroa tahun 2018,” ujarnya.
Selain warga Palu, sebagian penerima manfaat Huntap Kuwait Village II berasal dari Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Imelda menjelaskan bahwa bantuan ini memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga yang sebelumnya kehilangan rumah atau masih harus menyewa. Huntap Kuwait Village II menjadi harapan baru bagi mereka.
“Ada rupanya ada dari Sigi, ada dari Donggala. Sebagian besar banyak dari Kota Palu yang dulunya mungkin mereka hanya kontrak,” katanya.
Imelda berharap warga penerima manfaat dapat menjaga rumah mereka dengan baik serta bersama-sama merawat dan menata lingkungan Huntap Kuwait Village II agar tetap bersih dan nyaman. Hal ini penting untuk menciptakan komunitas yang harmonis dan berkelanjutan di Huntap Kuwait Village II.
“Kami juga berterima kasih kepada mereka dan berharap masyarakat bisa menjaga rumahnya dengan baik. Perkembangannya saya minta mereka menata dengan baik,” tutur Imelda.
Pemerintah Kerajaan Kuwait adalah salah satu pihak yang memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah. Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 28 September 2018. Huntap Kuwait Village II adalah bukti nyata dari dukungan tersebut.
Pemerintah Kota Palu berharap Huntap Kuwait Village II tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga mendukung kehidupan sosial masyarakat dalam jangka panjang. Bantuan ini menjadi simbol solidaritas internasional antara Kuwait dan Indonesia dalam membantu masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah.





