JAKARTA, NARASITA – Nilai tukar rupiah terhadap berbagai mata uang asing dilaporkan relatif stabil pada tanggal 13 September 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs Rupiah 13 September 2026 menunjukkan kurs tengah terhadap Dolar AS berada di angka Rp17.536, menjaga stabilitas di tengah fluktuasi pasar global.

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa kurs jual dolar AS pada hari tersebut mencapai Rp17.623,68, sementara kurs beli berada di Rp17.448,32. Angka kurs Rupiah 13 September 2026 ini menunjukkan pergerakan yang tidak terlalu signifikan dibandingkan akhir pekan sebelumnya.

Selain Dolar AS, beberapa mata uang utama lainnya juga menunjukkan nilai tukar yang beragam. Euro tercatat memiliki kurs tengah Rp20.411,9, Pound Inggris Rp23.767,45, dan 100 Yen Jepang di angka Rp11.431,95.

Data dari pasar menunjukkan rupiah terhadap USD berada di Rp17.606 per USD, stagnan dibandingkan akhir pekan sebelumnya. Kurs JISDOR BI yang diterbitkan pada 11 September 2026, tercatat sebesar Rp17.559 per USD.

Kurs transaksi BI, yang menjadi acuan resmi perbankan untuk transaksi spot dan forward, mencerminkan kondisi pasar terkini. Sementara itu, kurs Rupiah 13 September 2026 dalam bentuk kurs tengah BI sebesar Rp17.536 per USD, menjadi patokan penting untuk laporan keuangan perusahaan.

Stabilitas kurs Rupiah 13 September 2026 di kisaran Rp17.500–Rp17.600 per USD ini dapat memberikan ketenangan bagi pelaku ekonomi. Meskipun demikian, pasar masih menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang.

Dampak domestik dari kurs rupiah yang stabil juga terlihat pada harga emas. Harga emas Antam di Pegadaian terpantau stagnan di angka Rp2.644.000 per gram pada hari yang sama, menunjukkan adanya korelasi antara stabilitas kurs dan harga komoditas.

Masyarakat dan pelaku bisnis dapat terus memantau pergerakan kurs Rupiah 13 September 2026 melalui situs resmi Bank Indonesia untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.