MILAN, NARASITA – Gelandang muda Prancis, Andy Diouf, mengungkapkan tantangan dan adaptasinya terhadap peran barunya di Inter Milan. Diouf, yang kini bermain lebih melebar di sayap, berbagi pengalamannya kepada SportMediaset pada September 2026, menyoroti kontribusi ofensif dan defensif yang dituntut dari posisi tersebut di bawah asuhan pelatih Cristian Chivu.
Pemain berusia 23 tahun itu, yang awalnya berposisi sebagai gelandang tengah, kini diproyeksikan Chivu untuk mengisi posisi sayap. Perubahan ini menjadi bagian dari strategi regenerasi skuad Inter Milan yang tengah dijalankan pelatih. Musim 2025/26 lalu, Andy Diouf tampil sebanyak 28 kali, mencetak 3 gol, dan menyumbang 5 assist.
Diouf menegaskan bahwa ia tetap mengandalkan karakter permainannya, terutama kemampuan duel satu lawan satu, untuk menghadapi tantangan ini. Ia melihat peran baru ini sebagai peluang untuk berkembang dan menunjukkan fleksibilitasnya di lapangan.
“Tidak mudah bermain di posisi baru ini. Ketika berada di lapangan, saya mencoba memainkan permainan saya sendiri dan menunjukkan beberapa kemampuan yang saya miliki, seperti menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu,” kata Andy Diouf.
Selain adaptasi posisi, Andy Diouf juga menanggapi julukan yang diberikan tifosi kepadanya, yakni “Andy Il Calcio”. Julukan ini menunjukkan bagaimana pendukung Inter Milan telah mengapresiasi penampilannya.
“Andy ‘Il Calcio’? Saya tidak menciptakannya sendiri, tetapi itu julukan yang menyenangkan,” ujar Andy Diouf.
Dengan fleksibilitasnya di sisi lapangan dan kemampuan duel satu lawan satu yang mumpuni, Andy Diouf berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam proyek baru Inter Milan di bawah Cristian Chivu. Regenerasi skuad dengan memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Andy Diouf adalah fokus utama klub saat ini.





