PARIS, NARASITA – Davide Ancelotti sukses membawa Lille memimpin klasemen sementara Ligue 1 musim 2026/27. Pelatih berusia 37 tahun ini berhasil menunjukkan kapasitasnya setelah empat pertandingan awal yang impresif, membuat Lille mengungguli tim-tim besar lainnya di kompetisi sepak bola tertinggi Prancis.
Lille, di bawah asuhan Davide Ancelotti, mencatatkan awal musim yang gemilang dengan meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Pencapaian ini menempatkan mereka di puncak klasemen dengan total 10 poin. Lille OSC berhasil mengalahkan Angers, Toulouse, dan Troyes, serta menahan imbang raksasa PSG.
Davide Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih kepala Lille pada musim panas 2026. Sejak kedatangannya, ia langsung memberikan dampak positif. Anak dari pelatih legendaris Carlo Ancelotti ini membuktikan bahwa ia mampu menangani tim di level profesional yang kompetitif.
Ketajaman Lille terlihat dari produktivitas mencetak gol, dengan tujuh gol yang berhasil dicetak. Sementara itu, pertahanan mereka juga cukup solid, hanya kebobolan empat gol dari empat pertandingan. Start luar biasa ini menunjukkan potensi besar Davide Ancelotti sebagai salah satu pelatih muda yang patut diperhitungkan.
Secara mengejutkan, Davide mengungkapkan bahwa ayahnya, Carlo Ancelotti, memiliki peran tidak langsung dalam perjalanan kepelatihannya. Carlo Ancelotti rutin menelepon putranya setelah setiap pertandingan untuk memberikan masukan dan analisis.
“Ayahku meneleponku setelah setiap pertandingan untuk meninjau hal-hal. Itu adalah rutinitas,” kata Davide Ancelotti.
Keterlibatan Carlo Ancelotti ini menjadi bagian penting dari perkembangan Davide Ancelotti. Hubungan mentor-murid antara ayah dan anak ini terlihat memberikan pengaruh positif bagi performa Lille di Ligue 1. Ini juga menegaskan bahwa kemampuan melatih seolah mengalir dalam darah keluarga Ancelotti.





