MAKASSAR, NARASITA – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan apresiasi terhadap sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemangku kepentingan terkait. Sinergi ini dinilai berhasil dalam menangani dinamika penyaluran BBM Makassar yang sempat bergejolak, kini mulai kondusif.

Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, menjelaskan bahwa berbagai langkah bersama yang telah dilakukan di lapangan mulai menunjukkan hasil positif. Kondisi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan berangsur semakin kondusif pada Minggu (13/09).

Dinamika penyaluran BBM Makassar beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Kondisi geopolitik global turut berdampak pada harga energi, meningkatkan disparitas harga antara BBM Subsidi dan Non Subsidi. Situasi ini mendorong pergeseran permintaan konsumen dari BBM Non Subsidi ke BBM Subsidi, khususnya Pertalite, sehingga antrean panjang sempat terjadi di sejumlah SPBU, mengganggu kelancaran penyaluran BBM Makassar.

Selain itu, peredaran disinformasi di masyarakat juga menimbulkan keresahan dan memicu peningkatan permintaan BBM. Peningkatan permintaan ini bahkan tercatat lebih tinggi dibanding periode Ramadan dan Idul Fitri, memberikan tekanan pada pelayanan dan penyaluran BBM Makassar di lapangan.

Untuk merespons kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan terus melakukan berbagai langkah penguatan. Dari sisi suplai, Pertamina meningkatkan penerimaan BBM dari kapal ke depot serta memperkuat distribusi dengan menambah 17 mobil tangki. Penyaluran dari depot juga dioperasikan dengan ekstra jam operasional untuk mempercepat distribusi BBM Makassar ke lembaga penyalur.

Dari sisi pelayanan, Pertamina memberlakukan ekstra jam operasional serta rekonfigurasi jalur pelayanan dengan menambah jalur khusus Pertalite di sejumlah SPBU. Pertamina juga membuka titik tambahan melalui Satgas Layanan BBM, mengoperasikan SPBU Modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) sebagai alternatif titik pengisian bagi masyarakat yang terdampak dinamika penyaluran BBM Makassar.

Pengaturan pelayanan di lapangan juga dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap sesuai arahan Dinas ESDM. Pertamina bersama Satgas Daerah dan aparat penegak hukum (APH) terus berkoordinasi memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat pengamanan di lembaga penyalur guna kelancaran penyaluran BBM Makassar.

“Kami mengapresiasi dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama seluruh stakeholder dalam menangani dinamika penyaluran BBM di Makassar. Berbagai langkah telah kami lakukan, mulai dari penguatan suplai dan distribusi, penambahan jam operasional SPBU, rekonfigurasi jalur pelayanan, hingga penambahan titik layanan melalui SPBU Modular di Wilayah Center Point of Indonesia (CPI). Alhamdulillah, pada Minggu kemarin kondisi di sejumlah SPBU sudah mulai kondusif dan kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi di lapangan,” kata Okky Aditya Wibowo.

Pertamina juga memastikan penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Makassar dan sekitarnya tetap berjalan aman. Untuk menjaga ketersediaan di masyarakat, Pertamina telah menambah distribusi melalui extra dropping sebesar 50 persen dari rata-rata penyaluran normal harian.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Satgas Daerah, dan APH akan terus memantau serta mengevaluasi kondisi penyaluran BBM dan LPG di lapangan. Langkah penyesuaian akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik, termasuk kelancaran penyaluran BBM Makassar.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli energi sesuai kebutuhan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Informasi maupun laporan terkait pelayanan dan penyaluran BBM dan LPG dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.