MILAN, NARASITA – Legenda Inter Milan, Beppe Bergomi, secara mengejutkan mengungkapkan bahwa perubahan fundamental dalam permainan Nerazzurri pada September 2026 bukan datang dari rekrutan anyar Curtis Jones, melainkan dari gelandang muda Andy Diouf. Kehadiran Andy Diouf di posisi sayap telah memberikan dimensi taktis baru bagi Inter di bawah kepelatihan Cristian Chivu.
Chivu, yang melatih Inter sejak 2025, dikenal dengan filosofi fleksibilitas posisi. Dengan menempatkan Andy Diouf, yang aslinya adalah gelandang box-to-box, di posisi sayap, Inter Milan mendapatkan tambahan kecepatan dan kreativitas dalam situasi satu lawan satu. Langkah ini disebut Bergomi sebagai faktor utama perubahan Inter.
Pergeseran peran ini membuat Andy Diouf mampu memaksimalkan kemampuan duel individunya, membuka pertahanan lawan, dan menciptakan peluang lebih banyak. Dampaknya, Inter menunjukkan permainan yang lebih atraktif dan dinamis di awal musim Serie A.
“Kita melihat Jones sebagai pemain baru. Tetapi perubahan terbesar sebenarnya adalah Diouf,” kata Beppe Bergomi, menyoroti peran sentral Andy Diouf dalam skema Chivu.
Bergomi menambahkan, “Dia box-to-box, tapi Chivu menempatkannya sebagai sayap untuk menciptakan situasi satu lawan satu dan kreativitas.”
Inovasi Chivu dalam memaksimalkan potensi Andy Diouf ini tidak hanya berdampak pada peningkatan performa tim, tetapi juga membuktikan kapasitas Chivu sebagai pelatih yang berani bereksperimen. Bagi Diouf sendiri, ini adalah kesempatan emas untuk berkembang menjadi pemain kunci di level tertinggi sepak bola Eropa.





