MADRID, NARASITA – Wasit asal Spanyol, Gil Manzano, kembali menjadi perbincangan hangat menyusul kontroversi keputusannya dalam pertandingan Real Madrid melawan Elche pada musim La Liga 2026/27. Kepemimpinan Gil Manzano dituding merugikan Real Madrid setelah insiden yang melibatkan Federico Valverde dan ketimpangan pemberian kartu kuning.
Sorotan utama tertuju pada ucapan Gil Manzano kepada gelandang Real Madrid, Federico Valverde, di menit ke-4 pertandingan. Dalam laga yang berlangsung di stadion kandang Elche tersebut, keputusan wasit dianggap tidak konsisten dan memicu tuduhan perlakuan berbeda terhadap Gil Manzano Real Madrid.
Kontroversi semakin memanas dengan perbandingan statistik pelanggaran dan kartu kuning. Pemain Madrid, Diomande, langsung diganjar kartu kuning pada pelanggaran pertamanya. Sementara itu, Elche yang melakukan dua pelanggaran berbahaya di periode yang sama, lolos tanpa hukuman kartu. Data menunjukkan bahwa hingga menit ke-85, Elche tercatat melakukan 20 pelanggaran, namun hanya menerima 2 kartu kuning, sangat kontras dengan perlakuan terhadap Real Madrid.
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Musim ini, lawan-lawan Real Madrid rata-rata melakukan sekitar 20 pelanggaran per pertandingan. Banyak pelanggaran keras, seperti sikut, tendangan, atau pul sepatu, kerap lolos dari pengamatan wasit atau tidak diganjar kartu. Hal ini memperkuat pandangan bahwa ada standar ganda dalam kepemimpinan Gil Manzano Real Madrid.
Ucapan wasit kepada Valverde menjadi salah satu puncak dari ketegangan di lapangan.
“Sudah cukup, kamu saja yang maju, yang lain jangan. Berikutnya, saya akan keluarkan kartu kuning,” kata Gil Manzano kepada Federico Valverde, pada menit ke-4 pertandingan.
Kutipan ini, ditambah dengan statistik yang menunjukkan 20 pelanggaran Elche namun hanya 2 kartu kuning, memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan analis sepak bola tentang bias wasit. Bagi Real Madrid, situasi ini menimbulkan rasa dirugikan oleh standar ganda wasit, sementara Elche bisa bermain lebih agresif tanpa konsekuensi berarti. Ini juga menimbulkan sorotan terhadap kualitas dan konsistensi kepemimpinan wasit di La Liga secara keseluruhan.





