PARIGI MOUTONG, NARASITA – Kebakaran kebun kelapa di Dusun VI, Desa Lambunu Utara, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu 19/09, berhasil dipadamkan dengan cepat. Sinergi antara warga, TNI-Polri, dan pemerintah setempat menjadi kunci keberhasilan upaya pemadaman, mencegah api meluas ke area permukiman dan lahan lainnya.
Titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 12.00 WITA di lahan perkebunan kelapa milik Subroto (63). Yahya (30), seorang petani yang melintas, menjadi saksi mata pertama dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
Tak lama berselang, sekitar pukul 12.15 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Lambunu Utara Bripka Suparman bersama Babinsa, Camat Bolano Lambunu Sodik Hamzah, Kepala Desa Lambunu Utara Zaipun Kuruba, aparat desa, dan masyarakat tiba di lokasi. Mereka segera melakukan upaya pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya serta membersihkan material kering untuk melokalisasi api.
Upaya pemadaman semakin intensif pada pukul 14.28 WITA, setelah personel Yonif TP 918/MM bersama dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Pemadaman massal ini melibatkan 4 personel Polsek Bolano Lambunu, 40 personel Yonif TP 918/MM, 20 warga Desa Lambunu Utara, serta satu personel Koramil 11/Moutong.
Berkat kerja sama yang solid, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.00 WITA. Proses pendinginan segera dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menyala kembali. Lahan kebun kelapa yang terdampak kebakaran Kebun Kelapa Lambunu Utara diperkirakan seluas sekitar setengah hektare, dengan jarak kurang lebih 200 meter dari permukiman warga.
Kapolsek Bolano Lambunu IPTU Nyoman Jayus Mulyawan, S.K.M., mengapresiasi respons cepat seluruh pihak dalam penanganan kebakaran Kebun Kelapa Lambunu Utara ini. Ia menekankan pentingnya sinergi untuk penanganan bencana.
“Kami mengapresiasi respons cepat seluruh pihak yang bersama-sama melakukan pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah permukiman maupun lahan lainnya. Namun, sumber api masih perlu didalami untuk memastikan penyebab kebakaran,” kata IPTU Nyoman Jayus Mulyawan.
IPTU Nyoman juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama di kondisi cuaca kering di mana lahan banyak ditumbuhi rumput dan material kering yang mudah terbakar. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan perkebunan yang memiliki banyak material mudah terbakar,” tegasnya.
Saat ini, Polsek Bolano Lambunu bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa terus mengedukasi serta mengimbau masyarakat terkait pencegahan kebakaran lahan. Penyelidikan terhadap sumber api masih terus dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran dipicu faktor alam, kelalaian, atau aktivitas pembakaran yang disengaja. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran hukum, pihak kepolisian akan menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan. Kepolisian Resor Parigi Moutong juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika melihat titik api.





