MOROWALI, NARASITA – PT IMIP mewujudkan target pembangunan sabuk hijau di sekitar kawasan industri dengan menanam 10.000 bibit mangrove sepanjang tahun 2026. Aksi nyata ini difokuskan untuk menahan laju abrasi sekaligus memulihkan ekosistem pesisir di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Sebanyak 3.000 pohon mangrove baru saja ditanam di pesisir Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, pada akhir pekan lalu. Secara keseluruhan sejak Januari 2026, PT IMIP tercatat telah menanam lebih dari 7.000 pohon di lokasi yang telah melalui pemetaan ekologis secara ketat.
Staff Environmental CDC PT IMIP, Adrian Sakti, menyatakan bahwa pemilihan wilayah pesisir Desa Fatufia didasarkan pada tingkat kesesuaian lahan yang sangat baik. Selain Desa Fatufia, perusahaan juga memetakan potensi di Desa Labota, Padabaho, dan Bete-bete.
“Terkait kesesuaian lahan, memang wilayah pesisir Desa Fatufia itu sangat bagus. Kita juga punya potensi di tempat lain seperti di Desa Labota, Padabaho, dan Bete-bete. Dari ketiga desa ini terlebih dahulu difokuskan pada Desa Fatufia,” kata Adrian Sakti, Staff Environmental CDC.
Program pelestarian ini sebenarnya telah berjalan sejak 2018 lalu di berbagai wilayah. Sepanjang kurun waktu tersebut hingga pertengahan 2026, PT IMIP telah menanam lebih dari 150.000 mangrove melalui dana CSR serta program Environmental and Sustainability.
Agenda penghijauan ini diproyeksikan untuk mencapai dua target utama secara bersamaan. Target tersebut mencakup restorasi ekosistem laut serta pencapaian kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui pembangunan sarana pembibitan mandiri dalam jangka menengah.
Tim di lapangan juga melakukan pemantauan berkala guna menjaga rasio keberhasilan vegetasi tanaman. Proses penyulaman rutin dilakukan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh optimal agar target penghijauan tercapai dengan baik.





