ROMA, NARASITA – Presiden Wilayah Lazio Francesco Rocca melontarkan kritik keras kepada Claudio Lotito terkait hubungan sang presiden klub dengan para pendukung dalam wawancara di Radio1 Rai pada 12/05.

Rocca menilai sikap Claudio Lotito yang dianggap arogan telah merusak hubungan harmonis antara manajemen dan tifosi setia. Masalah komunikasi ini tidak hanya dirasakan oleh kelompok suporter garis keras saja, tetapi juga merembet ke kalangan pekerja kantoran serta pengacara yang biasa memenuhi tribun stadion.

Sindiran juga disampaikan Rocca terhadap posisi Claudio Lotito dan tim kesayangannya yang saat ini berada di papan atas klasemen Serie A bersama Inter. Ia menganggap pencapaian gemilang tersebut seolah-olah terjadi hanya karena faktor kebetulan semata.

Komunikasi yang kerap merendahkan dan menyinggung perasaan suporter menjadi sorotan tajam dari sang pejabat wilayah. Padahal, para pendukung selalu ingin mengetahui kejelasan mengenai ambisi serta masa depan klub kesayangan mereka.

“Dia seharusnya meminta maaf atas perilakunya, bukan terus-menerus menghina,” kata Francesco Rocca, Presiden Wilayah Lazio.

Permintaan maaf tersebut dinilai sebagai langkah awal yang sangat krusial untuk membuka kembali ruang dialog yang sehat. Hubungan antara manajemen klub dan para suporter kini dilaporkan semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Rocca mengungkapkan bahwa relasinya dengan Claudio Lotito sebenarnya sempat terjalin dengan cukup baik pada masa lalu. Namun, situasi berubah drastis setelah berbagai masukan konstruktif yang ia berikan sama sekali tidak direspons dengan baik.

Tudingan miring yang mengisyaratkan adanya pihak-pihak tertentu sengaja mengarahkan kritik juga langsung ditolak mentah-mentah oleh Rocca. Ia menegaskan bahwa seluruh pernyataannya murni didasarkan pada kepedulian mendalam terhadap eksistensi klub.

Klub sepak bola dinilai bukan sekadar instrumen bisnis bagi para pengelola semata. Lebih dari itu, klub adalah bagian penting dari kehidupan para suporter yang sudah sepatutnya dihormati dan didengarkan aspirasinya.