Narasita.com- Palu, – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu mencatat 22 kejadian operasi pencarian dan pertolongan selama Triwulan II 2025 (April–Juni). Dari total operasi tersebut, sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan, 13 orang ditemukan meninggal dunia, dan 3 lainnya masih dinyatakan hilang.

Operasi paling dominan adalah kondisi membahayakan jiwa manusia dengan 11 kasus, disusul 8 kejadian kecelakaan kapal. Sisanya merupakan bencana alam dan kecelakaan penanganan khusus.

Secara rinci, pada April 2025 terdapat 7 kejadian dengan 58 orang selamat, 1 meninggal, dan 2 hilang. Di Mei, terjadi 7 kejadian dengan 14 orang selamat dan 3 meninggal. Sementara pada Juni, tercatat 8 kejadian dengan 5 orang selamat, 9 meninggal, dan 1 hilang.

Jika dibandingkan dengan Triwulan I 2025, jumlah korban selamat meningkat dari 58 menjadi 77 jiwa.

Kepala Kantor Basarnas Palu, Muh. Rizal, menyebut peningkatan ini merupakan hasil dari efektivitas koordinasi dan kecepatan respons tim di lapangan.

“Menghadapi potensi meningkatnya intensitas bencana di Sulawesi Tengah akibat faktor cuaca dan geografis, kami imbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Rizal, Selasa (1/7/2025).

Basarnas Palu juga terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, BPBD, dan relawan dalam menangani kondisi darurat, terutama di wilayah rawan seperti daerah banjir, longsor, dan perairan berpotensi gelombang tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, Basarnas telah melakukan pengecekan peralatan, pelatihan personel, dan penyusunan strategi penempatan satuan siaga di lokasi rawan bencana