TANAH BUMBU, NARASITA – Sebuah tragedi kecelakaan maut mengguncang Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Insiden ini melibatkan truk tangki BBM dan mobil pikap rombongan mahasiswa, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan satu lainnya luka berat dalam peristiwa kecelakaan Mantewe yang mengerikan.
Data korban menunjukkan empat di antaranya adalah mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan. Mereka adalah Abdi Cahya Girsang (21) dan Muhammad Ramadhani (20) dari ULM; serta Veri Andi Saputra (22), Nafa Izzatu Jannah (22), dan Nur’aini Salsabila (21) dari UNU Kalsel. Selain itu, Tegar Mangku Alamsyah (21), anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, juga menjadi korban meninggal, bersama dengan M. Ilyas, pengemudi truk tangki yang terlibat dalam kecelakaan Mantewe ini.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30–13.00 WITA ketika truk tangki BBM bernomor polisi DA 8016 ZV yang dikemudikan M. Ilyas melaju dari Banjarbaru menuju Batulicin. Diduga truk hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, mobil pikap bernomor polisi DA 8041 ZQ yang dikemudikan Veri Andi Saputra sedang melaju dari arah Batulicin menuju Banjarbaru. Tabrakan frontal tidak terhindarkan, menyebabkan kedua kendaraan ringsek parah dan sebagian besar korban tewas di lokasi kejadian kecelakaan Mantewe tersebut.
M. Fahrizal Hasbi (21), mahasiswa ULM, menjadi satu-satunya korban selamat, namun mengalami luka berat dan kini dirawat intensif di RS Marina Batulicin. Puskesmas Mantewe menjadi fasilitas kesehatan pertama yang menerima korban, di mana dua korban sempat bernapas namun Tegar Mangku Alamsyah meninggal setelah perawatan. Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Bumbu segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memulai penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti insiden tragis kecelakaan Mantewe ini.
Pihak Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan telah mengirimkan perwakilan kampus untuk mendampingi keluarga korban di lokasi kejadian. Jalan alternatif Batulicin–Banjarbaru memang dikenal sebagai jalur yang rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang sempit dan sering dilalui oleh kendaraan berat. Kondisi ini menjadi perhatian serius setelah insiden kecelakaan Mantewe yang merenggut banyak nyawa.





