KOPENHAGEN, NARASITA – Ketua European Football Clubs (EFC), Nasser Al-Khelaïfi, secara resmi mengumumkan rencana pembentukan organisasi baru bernama World Football Clubs (WFC) di sidang umum EFC yang berlangsung di Kopenhagen pada Selasa (21/05). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat representasi klub sepak bola di seluruh dunia, khususnya di luar benua Eropa.
Pembentukan World Football Clubs (WFC) diharapkan menjadi pilar ketujuh dalam struktur sepak bola global, melengkapi enam konfederasi yang sudah ada yaitu AFC, UEFA, CONMEBOL, CONCACAF, CAF, dan OFC. Kehadiran World Football Clubs (WFC) dirancang untuk memberikan platform bagi klub-klub untuk menyuarakan kepentingan mereka secara kolektif di kancah internasional.
Salah satu tujuan utama World Football Clubs (WFC) adalah melindungi kepentingan klub-klub di luar Eropa. Al-Khelaïfi menyoroti berbagai isu seperti kalender pertandingan yang padat, distribusi pendapatan, serta pelepasan pemain ke tim nasional. Menurutnya, sepak bola klub telah menjadi fenomena global dengan pemain, pemilik, dan basis penggemar yang mendunia, sehingga perwakilannya tidak boleh hanya terbatas pada Eropa.
Langkah ini juga diinterpretasikan sebagai upaya untuk mengimbangi kekuasaan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Pengumuman mengenai World Football Clubs (WFC) muncul di tengah ketegangan antara EFC dan FIFA, terutama terkait proyek modal swasta di kompetisi FIFA dan isu transparansi yang kurang. EFC berharap dengan adanya World Football Clubs (WFC), klub memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam negosiasi dan pengambilan keputusan di sepak bola global.
Inisiatif ini menegaskan komitmen EFC untuk memastikan bahwa suara klub-klub dari berbagai benua dapat didengar dan kepentingan mereka dapat diperjuangkan. Dengan World Football Clubs (WFC), Al-Khelaïfi berharap dapat menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih adil dan representatif bagi semua pihak.





