MAKASSAR, NARASITA – Manajemen PSM Makassar secara resmi kembali mengaktifkan Akademi PSM di Makassar pada 01/09, sebuah langkah strategis untuk memperkuat pembinaan pemain muda. Inisiatif ini bertujuan memastikan ketersediaan talenta lokal berkualitas bagi skuad senior PSM Makassar di masa depan.

Pengaktifan kembali Akademi PSM Makassar ini didorong oleh kebutuhan regenerasi jangka panjang. Setelah sebelumnya berpusat di Mamuju, fokus pembinaan kini kembali ke ibu kota Sulawesi Selatan, di bawah kepemimpinan Direktur Akademi PSM, Akbar Rasyid.

Proses seleksi untuk Akademi PSM Makassar telah dimulai dengan menjaring potensi dari 11 kabupaten/kota di Sulawesi. Dari total 1.467 anak yang terdata, sebanyak 150 talenta muda terbaik berhasil lolos seleksi dan akan menjalani program pembinaan intensif.

Program pembinaan di Akademi PSM Makassar akan berlangsung selama satu tahun dengan evaluasi berkelanjutan. Kelompok usia yang akan dibina meliputi U-16, U-18, dan U-20. Pelatih-pelatih yang terlibat adalah mantan pemain PSM yang berpengalaman, seperti Syamsul Chaeruddin, Ronald Fagundez, Budiman Buswir, Tamsil, dan Wasiat.

Muhammad Nur Fajrin, Manajer PSM Makassar, menegaskan komitmen klub terhadap program ini. “Akademi PSM kini kembali dikembangkan di Makassar sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang. Kami ingin memastikan regenerasi berjalan dengan baik,” kata Muhammad Nur Fajrin.

Langkah ini menjadi krusial mengingat PSM Makassar merupakan juara Liga 1 musim 2022/23. Dengan aktivasi kembali Akademi PSM Makassar, klub berjuluk Juku Eja ini berharap dapat terus melahirkan bintang-bintang baru untuk kompetisi Super League 2026/27, menjaga tradisi dan kekuatan tim di kancah sepak bola nasional.