TURIN, NARASITA – Kekalahan Juventus dari Sassuolo pada pertengahan September 2026 silam memicu kritik pedas dan spekulasi sengit di media Italia. Banyak pihak menilai, Juventus seharusnya menunjuk mantan kapten dan pelatih ikonik, Antonio Conte Juventus, untuk menggantikan Luciano Spalletti sebagai nahkoda tim.

Sorotan tajam tertuju pada Luciano Spalletti, yang baru menjabat pelatih Juventus sejak musim panas 2026. Pertahanan tim yang rapuh, terutama di menit-menit akhir pertandingan melawan Sassuolo di Allianz Stadium, dianggap menjadi pemicu utama desakan ini. Konsistensi tim di bawah asuhan Spalletti dinilai belum memuaskan.

Antonio Conte, yang memiliki ikatan kuat dengan ‘Si Nyonya Tua’ sebagai mantan pemain dan pelatih peraih Scudetto, disebut-sebut sebagai figur yang lebih tepat. Media Italia menyoroti rekam jejak Conte yang dikenal keras, tegas, dan disiplin, karakter yang dianggap krusial untuk mengembalikan mentalitas juara Juventus.

“Conte punya darah Bianconeri, legenda Italia, pernah kasih Scudetto, keras dan tegas,” demikian kutipan media Italia yang ramai disorot. Ungkapan ini merefleksikan kerinduan banyak suporter dan pengamat akan kehadiran sosok yang mampu membangkitkan gairah tim.

Sementara itu, bagi Luciano Spalletti, kritik atas pertahanan tim yang buruk menjadi ancaman serius bagi posisinya. Spekulasi mengenai masa depannya semakin menguat seiring dengan sorotan yang terus menerus. Nama Antonio Conte Juventus yang kembali dikaitkan menjadi sinyal tekanan besar bagi manajemen klub.