JAKARTA, NARASITA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis Prakiraan Cuaca 25 Agustus 2026 untuk seluruh wilayah Indonesia. Laporan ini menunjukkan variasi kondisi cuaca mulai dari hujan ringan, berawan, cerah berawan, udara kabur, hingga kabut atau asap yang berpotensi terjadi di beberapa daerah.
Variasi cuaca ini dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer. Di antaranya adalah El Nino kuat dan IOD positif, serta sirkulasi siklonik yang terpantau di Selat Makassar.
Selain itu, konvergensi angin juga teridentifikasi membentang dari Sumatra hingga Papua, memengaruhi kondisi cuaca di berbagai lokasi.
Untuk wilayah Sumatra, beberapa kota seperti Medan, Pekanbaru, Padang, dan Bengkulu diprediksi mengalami hujan ringan. Sementara itu, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung diperkirakan akan diselimuti udara kabur. Kondisi serupa juga melanda Kalimantan, dengan Tanjung Selor berpotensi hujan ringan, Pontianak berawan tebal, serta Palangkaraya dan Banjarmasin mengalami udara kabur.
Di Pulau Jawa, Bandung diprediksi mengalami cerah hingga hujan ringan dengan suhu antara 14–28°C dan kelembapan 35–95%. Yogyakarta diperkirakan berawan tebal dengan suhu 24–30°C dan kelembapan 56–82%.
Adapun Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar berawan, Mataram udara kabur, dan Kupang cerah berawan. Sulawesi juga menunjukkan kondisi beragam; Palu dan Mamuju hujan ringan, sedangkan Makassar, Kendari, Gorontalo berawan, serta Manado cerah berawan dan Ternate berawan tebal.
Maluku dan Papua juga tidak luput dari variasi cuaca. Sorong dan Merauke diperkirakan berawan tebal, Manokwari dan Nabire diselimuti kabut, sementara Jayapura cerah berawan. Prakiraan Cuaca 25 Agustus 2026 ini menunjukkan kompleksitas kondisi meteorologis di Indonesia.
Fenomena atmosfer lainnya yang perlu diperhatikan adalah melemahnya Siklon Tropis Atsani di Samudra Pasifik utara Papua. Meskipun demikian, BMKG tetap mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Utara.
Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di Banten, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Lampung, Maluku, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Pegunungan.
“Meski sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau, hujan lebat hingga ekstrem masih berpotensi terjadi secara lokal akibat aktivitas MJO, gelombang Kelvin, dan sirkulasi siklonik. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap angin kencang, genangan, dan kabut tebal,” kata BMKG dalam rilis resminya pada 24 Agustus 2026, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.






