MANCHESTER, NARASITA – Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, menghadapi kritik keras dari media Inggris menyusul performa dan perilakunya dalam Derby Manchester pada pertengahan September 2026 di Old Trafford. Fernandes dikritik tajam karena insiden dengan gelandang Manchester City, Phil Foden, yang dinilai tidak pantas bagi seorang pemimpin di klub sebesar Manchester United.

Sorotan terhadap Bruno Fernandes ini muncul setelah pertandingan Premier League yang mempertemukan dua tim sekota tersebut. Kritik media berfokus pada kurangnya kontribusi Fernandes di lapangan dan sikapnya yang dianggap kurang mencerminkan seorang kapten. Perilaku Bruno Fernandes dalam insiden dengan Foden menjadi pemicu utama penilaian negatif ini.

Surat kabar Inggris menyoroti bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kemampuan teknis, namun juga etika dan sikap di lapangan. Insiden adu argumen antara Bruno Fernandes dan Phil Foden tersebut dinilai sebagai perilaku yang tidak layak dari seorang kapten. Kritikan ini menambah tekanan bagi skuad Manchester United yang sedang dalam masa transisi di bawah pelatih Michael Carrick.

Kritik yang diterima Bruno Fernandes ini juga menambah beban bagi Michael Carrick yang tengah berupaya membangun kembali konsistensi tim. Performa minim dan perilaku kapten menjadi perhatian serius di Old Trafford. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bruno Fernandes untuk membuktikan bahwa dirinya layak menyandang ban kapten, tidak hanya melalui performa, tetapi juga melalui sikap kepemimpinan yang baik.

“Perilaku buruk Bruno Fernandes selama insiden dengan Phil Foden TIDAK LAYAK bagi seorang kapten Manchester United,” tulis salah satu surat kabar Inggris.

Situasi ini memunculkan perdebatan di kalangan penggemar Manchester United mengenai siapa yang paling pantas menjadi kapten tim. Tekanan internal semakin meningkat, dan Bruno Fernandes kini dituntut untuk menunjukkan perubahan positif baik dalam permainan maupun kepemimpinannya di masa depan. Seluruh mata akan tertuju pada bagaimana Fernandes merespons kritik pedas ini dan apakah ia dapat membawa Manchester United ke jalur kemenangan.