JAKARTA, NARASITA – Bursa Transfer Liga 1 Indonesia musim 2026–2027 secara resmi dibuka pada 01/07/2026, memicu kegairahan di kalangan klub peserta yang berlomba memperkuat skuad. Musim ini menjadi sorotan utama berkat regulasi baru yang mengizinkan klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing, memberikan dimensi baru pada strategi perekrutan dan persaingan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air.
Regulasi revolusioner dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini memungkinkan semua 11 pemain asing dapat dimainkan secara bersamaan di lapangan. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi Liga 1, sekaligus menempatkan klub-klub Indonesia pada posisi yang lebih kompetitif di kancah Asia.
“Mulai musim 2026–2027, 11 pemain asing yang didaftarkan bisa semuanya main. Ini akan jadi revolusi kompetisi,” kata Ferry Paulus, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru.
Sejumlah klub raksasa telah menunjukkan pergerakan signifikan di bursa transfer Liga 1. Persib Bandung, sang juara bertahan, fokus mempertahankan pilar-pilarnya seperti David da Silva, Ciro Alves, dan Marc Klok. Selain itu, Maung Bandung juga santer dikabarkan mengincar bintang Dewa United, Egy Maulana Vikri, untuk memperkuat lini serang mereka.
“Egy Maulana Vikri adalah target utama untuk memperkuat lini serang menghadapi kompetisi domestik dan Asia,” kata Manajemen Persib Bandung.
Tidak kalah agresif, Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang paling sibuk di bursa transfer Liga 1. Macan Kemayoran dirumorkan akan meminjamkan Shayne Pattynama ke PSS Sleman dan telah berhasil mendatangkan Carlos Eduardo, gelandang asal Brasil. Perekrutan ini menunjukkan ambisi besar Persija untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
“Shayne Pattynama bisa memberi keseimbangan di sisi kiri dan pengalaman internasional yang kami butuhkan,” kata Manajemen PSS Sleman.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga tidak ketinggalan dalam perburuan pemain. Bajul Ijo aktif merekrut sejumlah nama beken seperti Ramadhan Sananta, Yuran Fernandes, dan Miguel Pereira, yang diharapkan mampu mendongkrak performa tim. Sementara itu, klub-klub promosi seperti Sriwijaya FC, Persik Kediri, dan Persiraja Banda Aceh sedang menyiapkan skuad muda untuk beradaptasi dengan ketatnya persaingan di level Liga 1.
Pergerakan pemain juga terjadi keluar dari Liga 1. Ricky Kambuaya dilaporkan telah pindah ke klub Vietnam, Hanoi FC, dengan nilai transfer mencapai Rp3 miliar. Meskipun regulasi pemain asing baru diharapkan meningkatkan kualitas permainan, kekhawatiran mengenai regenerasi pemain lokal dan potensi minimnya kesempatan bermain bagi talenta-talenta muda Indonesia tetap menjadi perhatian di tengah bergulirnya bursa transfer Liga 1 ini.





