Narasita – PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan belasungkawa mendalam saat melayat ke rumah duka kadar Wiratno, korban terkaman buaya di Teluk Palu, pada Kamis pagi (27/03/2025). Dalam kunjungannya, Hadianto juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban atas kejadian tragis yang merenggut nyawa kadar.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Saya pribadi, sebagai wali kota, meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat Palu. Kejadian ini menjadi perhatian serius kami, dan kami akan mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Hadianto di hadapan keluarga korban.

Menurutnya, Pemerintah Kota Palu telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani permasalahan keberadaan buaya di Teluk Palu. Salah satunya adalah dengan mengirimkan surat resmi kepada kementerian terkait guna mencari solusi terbaik dalam penanganan buaya muara di wilayah tersebut. Selain itu, koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) juga terus dilakukan, mengingat buaya muara merupakan satwa yang dilindungi karena populasinya yang terancam punah.

“Kami tidak bisa mengambil tindakan sembarangan karena buaya muara merupakan bagian dari ekosistem yang dilindungi. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan BKSDA untuk mencari langkah yang tidak hanya melindungi warga, tetapi juga menjaga keseimbangan alam,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kota Palu juga berencana membangun menara pengawas di beberapa titik di sepanjang pantai Teluk Palu. Keberadaan menara pengawas ini diharapkan dapat membantu pemantauan aktivitas warga di sekitar perairan serta memberikan peringatan dini jika ada buaya yang mendekati area pemukiman atau tempat wisata.

“Menara pengawas ini nantinya akan dioperasikan oleh petugas khusus yang bertugas mengawasi pergerakan buaya di perairan Teluk Palu. Kami ingin memastikan keamanan warga yang beraktivitas di sekitar pantai,” tambahnya.

Kejadian serangan buaya di Teluk Palu bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa tahun terakhir, laporan mengenai kemunculan buaya di perairan ini semakin sering terdengar. Keberadaan buaya yang semakin dekat dengan area pemukiman diduga akibat menyusutnya habitat alami mereka serta meningkatnya aktivitas manusia di wilayah pesisir.

Dengan berbagai langkah yang diambil, Wali Kota Hadianto berharap kejadian tragis seperti yang dialami Kkadar Wiratno tidak terulang lagi. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pantai dan segera melapor jika melihat keberadaan buaya yang berpotensi membahayakan.

“Pemerintah akan terus berupaya mencari solusi terbaik, tetapi kami juga berharap masyarakat ikut berperan dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan. Jika melihat buaya di lokasi yang tidak semestinya, segera laporkan ke pihak berwenang,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Palu kini menunggu tindak lanjut dari kementerian dan pihak terkait untuk mendapatkan solusi yang paling tepat, baik dalam aspek konservasi maupun perlindungan masyarakat.