Narasita.com, Palu — Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu gerbang utama ekspor durian Indonesia langsung ke pasar Tiongkok. Wilayah ini bahkan tercatat sebagai penyumbang terbesar ekspor durian nasional.
Data Badan Karantina Indonesia menunjukkan, saat ini terdapat delapan rumah kemas (packing house) durian yang beroperasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tujuh berada di Sulawesi Tengah dan satu lainnya di Jawa Barat.
Dominasi rumah kemas ini menjadikan Kota Palu sebagai titik strategis pengiriman durian langsung ke Tiongkok.
Sepanjang Januari hingga 12 April 2026, nilai ekspor durian dari Sulawesi Tengah tercatat mencapai Rp 377,5 miliar. Nilai tersebut berasal dari pengiriman sebanyak 4.077 ton durian atau setara 151 kontainer.
Volume ini menyumbang sekitar 88 persen dari total ekspor durian nasional yang mencapai 6.319,1 ton pada periode yang sama.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menegaskan bahwa besarnya potensi ekspor tersebut harus diimbangi dengan pengawasan kualitas yang ketat.
Menurutnya, meskipun ekspor durian telah berjalan sejak tahun sebelumnya, pengiriman langsung ke Tiongkok baru mulai dilakukan pada Mei 2025.
Selain Tiongkok, durian asal Sulawesi Tengah juga telah menembus sejumlah pasar internasional lainnya, seperti Malaysia, Thailand, hingga beberapa negara di Eropa.





