POSO, NARASITA — Di balik produk cokelat yang dikenal hingga pasar internasional, terdapat proses produksi kakao yang membutuhkan ketekunan dan perhatian terhadap kualitas. Cerita tentang proses tersebut menjadi salah satu pengalaman yang ditemui 13 wartawan saat mengikuti Media Gathering 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Poso.
Selama beberapa hari, 12–16 Oktober 2026, rombongan tidak hanya mengikuti agenda pembaruan informasi sektor jasa keuangan, tetapi juga mengunjungi tempat produksi kakao, mengenal warisan budaya, serta menikmati sejumlah destinasi wisata di kawasan Tentena dan sekitarnya.
Perjalanan dimulai dari Palu pada Senin (12/10/2026). Rombongan tiba di Tentena sekitar pukul 19.00 Wita dan beristirahat di National Cottage, Kecamatan Pamona Selatan, sebelum melanjutkan kegiatan pada hari berikutnya.
Melihat Potensi Kakao dari Dekat
Pada Selasa (13/10/2026), rombongan menuju Desa Pandayora, Kecamatan Pamona Selatan, untuk mengikuti kegiatan business matching yang digagas OJK Sulteng bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut bertujuan memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi petani kakao di Kabupaten Poso. Agenda ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bersama pihak terkait.
OJK Sulteng turut menggagas percontohan ekosistem pendampingan kolaboratif bagi petani kakao di Pamona Selatan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha pertanian melalui pendampingan yang berkelanjutan.
Kakao dari wilayah Poso memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Prancis, misalnya, dikenal sebagai salah satu negara dengan industri cokelat yang berkembang.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa potensi komoditas daerah tidak hanya ditentukan oleh hasil produksinya, tetapi juga kualitas, proses pengolahan, akses pembiayaan, dan kemampuan menjangkau pasar.
Ruang Diskusi tentang Industri Jasa Keuangan
Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan melalui Jurnalis Update Triwulan III dan Media Gathering 2026 di The Cottage Bali, Desa Siuri, Tentena.
Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, memaparkan perkembangan industri jasa keuangan di Sulawesi Tengah. Informasi tersebut menjadi bahan bagi para wartawan untuk memperluas pemahaman mengenai dinamika sektor keuangan dan kaitannya dengan aktivitas ekonomi masyarakat Selain itu Agenda ini memberi kesegaran bagi jurnalis seusai mengikuti diskusi keuangan.
“OJK Sulteng menyajikan suasana yang berbeda pada kesempatan kali ini. Selain memperkuat pemahaman sektor keuangan, OJK ingin mendorong promosi pariwisata lokal Poso.” Ujarnya.
Menyusuri Jejak Sejarah Gua Pamona
Pada Rabu (14/10/2026), perjalanan berlanjut ke tempat Wisata Atalambu hills dan Hutan Pinus juga Cagar Budaya Gua Pamona di Kecamatan Pamona Puselemba.
Lorong-lorong gelap dan berkelok menjadi bagian dari pengalaman rombongan saat menelusuri gua yang menyimpan nilai sejarah bagi masyarakat setempat.
Gua Pamona berkaitan dengan tradisi penyimpanan jenazah leluhur masyarakat Pamona. Situs ini juga disebut pernah dimanfaatkan sebagai tempat persembunyian para pejuang.
Kunjungan tersebut memperlihatkan sisi lain Poso yang tidak hanya kaya akan potensi ekonomi dan keindahan alam, tetapi juga memiliki warisan sejarah yang perlu dijaga.
Menikmati Keindahan Air Terjun Saluopa
Keesokan harinya, Kamis (15/10/2026), rombongan mengunjungi Air Terjun Saluopa di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Puselemba.
Air yang mengalir melewati 12 tingkatan bebatuan menghadirkan pemandangan yang menyegarkan. Suara gemericik air dan suasana hijau di sekitarnya menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati alam sekaligus mengabadikan momen perjalanan.
Fitra, salah seorang wartawan yang mengikuti rombongan, mengungkapkan kesannya saat berkunjung ke destinasi tersebut.
“Tempatnya sangat keren dan bagus untuk dipakai foto-foto,” ujarnya.
Momen itu juga menjadi kesempatan bagi para wartawan untuk berbincang, menikmati kebersamaan, dan mengabadikan pengalaman sebelum melanjutkan perjalanan ke Tentena untuk menghadiri pembukaan Festival Danau Poso (FDP) 2026.
Rangkaian Media Gathering 2026 menghadirkan pengalaman yang beragam bagi para peserta. Dari tempat produksi kakao, mereka melihat potensi ekonomi yang tumbuh dari komoditas daerah. Dari Gua Pamona, mereka mengenal jejak sejarah dan budaya. Sementara dari Saluopa dan hutan pinus, mereka menikmati keindahan alam yang menjadi daya tarik Kabupaten Poso.





