Narasita.com- PALU, — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengapresiasi kegiatan sosial sahur gratis yang digagas Himpunan Pemuda Alkhairaat di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Program yang telah berlangsung selama belasan tahun ini dinilai menjadi contoh kepedulian sosial yang mampu mempererat kebersamaan masyarakat selama bulan Ramadhan.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Satuan Tugas Wilayah Sulawesi Tengah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Januario Jose Morais, saat mengunjungi langsung posko sahur gratis di Jalan Wahid Hasyim, Palu, Sabtu (7/3/2026) dini hari.
Sejak pukul 02.00 WITA, kawasan sekitar posko telah dipadati warga yang datang untuk menikmati hidangan sahur gratis. Sepeda motor warga terparkir di sepanjang sisi jalan, sementara antrean masyarakat terlihat tertib menunggu giliran untuk mendapatkan makanan yang disiapkan para relawan.
Program sahur gratis tersebut menjadi kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan dan mampu menarik ribuan warga setiap malam. Tidak hanya warga dari berbagai wilayah di Kota Palu, sejumlah masyarakat dari kabupaten sekitar juga turut datang.
Sebagian besar pengunjung merupakan mahasiswa yang tinggal di rumah kos maupun mes di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.
Dalam kunjungannya, Januario bahkan turut berbaur dengan warga. Didampingi Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat, Husen Alhabsyi, ia ikut membagikan paket makanan sahur kepada masyarakat yang telah mengantre sejak dini hari.
“Saya sangat kagum melihat semangat para relawan yang menjaga kegiatan ini selama 16 tahun. Ini bukan hal yang mudah, apalagi harus melayani ribuan warga setiap dini hari,” ujar Januario.
Ia mengungkapkan, dirinya telah menyaksikan kegiatan tersebut sejak Ramadhan tahun lalu. Namun pada tahun ini, jumlah warga yang datang dinilai semakin meningkat.
“Tahun lalu saya juga sempat melihat kegiatan ini. Tahun ini masyarakat yang datang justru semakin banyak. Artinya program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata dia.
Sementara itu, Ketua DPP Himpunan Pemuda Alkhairaat Husen Alhabsyi menjelaskan, keberlangsungan program sahur gratis tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.
Menurut dia, keterlibatan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga para pedagang di pasar menjadi faktor penting yang membuat kegiatan ini dapat terus berjalan setiap tahun.
“Program ini berjalan karena dukungan banyak pihak. Ada aparat, pemerintah, pedagang sayur di pasar Kota Palu, dan tentu saja para relawan yang setiap malam menyiapkan makanan untuk warga,” jelas Husen.
Ia menambahkan, proses penyediaan makanan sahur tidak hanya dilakukan di satu dapur. Sejumlah rumah warga juga turut berpartisipasi memasak berbagai menu yang kemudian dibawa ke posko untuk dibagikan kepada masyarakat.
Dengan sistem tersebut, menu makanan yang disajikan setiap hari menjadi lebih bervariasi. Tidak hanya lauk-pauk yang dimasak di tempat berbeda, nasi putih yang dibagikan kepada warga juga disiapkan secara bergantian oleh sejumlah rumah yang ikut membantu program tersebut.
“Lauk dimasak dari beberapa rumah sehingga menunya berbeda setiap hari. Bahkan nasi putih juga disiapkan bergantian oleh warga yang ikut membantu,” ujarnya.
Bagi warga, keberadaan program sahur gratis ini memberikan manfaat nyata. Salah satunya dirasakan Yusuf Sagoba, warga Kelurahan Pengawu yang hampir setiap malam datang ke lokasi untuk sahur.
Ia mengaku tidak hanya makan di tempat, tetapi juga sering membawa pulang beberapa bungkus makanan untuk tetangganya.
“Saya biasanya makan di sini, tapi juga bungkus untuk dibawa pulang. Paling sedikit enam bungkus karena ada titipan dari tetangga di rumah,” kata Yusuf.
Program sahur gratis yang digagas Himpunan Pemuda Alkhairaat tersebut kini tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi telah berkembang menjadi tradisi tahunan yang dinantikan masyarakat Kota Palu setiap Ramadhan. Selain membantu warga yang membutuhkan, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan antara relawan, aparat, dan masyarakat dalam semangat berbagi di bulan suci.rlis





