PALU, NARASITA – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Tengah memberikan apresiasi tinggi atas langkah tegas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dalam memperketat pemberantasan narkoba di wilayah Bumi Tadulako pada 21/05.

Organisasi mahasiswa Islam tersebut memberikan catatan kritis agar operasi penegakan hukum dalam pemberantasan narkoba ini dilakukan secara konsisten dan tuntas hingga ke akar-akarnya, bukan sekadar momentum sesaat.

Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik DPD IMM Sulteng, Mursalim, menegaskan bahwa ancaman peredaran gelap narkoba di wilayah ini sudah masuk dalam fase sangat mengkhawatirkan karena menyasar generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi atensi dan ketegasan Bapak Kapolda dalam menabuh genderang perang terhadap narkoba. Ini adalah langkah maju yang dinantikan masyarakat,” kata Mursalim, Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik DPD IMM Sulteng.

“Namun, kami mengingatkan dengan tegas agar komitmen pemberantasan narkoba ini jangan hanya menjadi gertakan sambal bagi para bandar besar,” lanjutnya.

Mursalim menambahkan bahwa istilah gertakan sambal menjadi peringatan agar proses hukum tidak hanya menyasar kurir kecil di lapangan. Kepolisian harus berani membongkar aktor intelektual, menyita aset hasil kejahatan, serta membersihkan internal institusi.

“Bandar narkoba itu memiliki jaringan yang rapi dan modal yang besar. Kalau penindakannya setengah hati, mereka tidak akan takut,” ucap Mursalim, Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik DPD IMM Sulteng.