PARIGI MOUTONG, NARASITA – Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu (16/08) dini hari. Gempa Parigi Moutong ini menyebabkan kerusakan signifikan, terutama pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan setempat.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan bahwa peristiwa Gempa Parigi Moutong terjadi pada pukul 00.28 Wita.
Titik pusat Gempa Parigi Moutong berada pada koordinat 0,25 derajat Lintang Utara dan 120,22 derajat Bujur Timur, yang berjarak sekitar 74 kilometer barat daya Parigi Moutong. Kedalaman gempa belum dirinci, namun dampaknya terasa cukup kuat di area sekitar.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Asbudianto, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, dalam laporan kejadian yang ditandatanganinya.
Kerusakan yang diakibatkan oleh Gempa Parigi Moutong dilaporkan terjadi pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Kabupaten Parigi Moutong. Bagian plafon, dinding, dan kuda-kuda bangunan mengalami kerusakan parah.
Saat ini, BPBD masih terus melakukan asesmen untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan dampak Gempa Parigi Moutong secara menyeluruh di wilayah tersebut. Pendataan ini mencakup seluruh aspek yang terdampak.
Hingga laporan ini diperbarui, data mengenai potensi korban jiwa maupun jumlah warga yang mengungsi akibat Gempa Parigi Moutong masih dalam tahap pendataan. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak juga sedang diinventarisasi.
Pasca-Gempa Parigi Moutong utama, BPBD mencatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo 2,2 hingga pukul 01.27 Wita, namun tidak menimbulkan kerusakan tambahan yang signifikan.
BPBD menyatakan bahwa situasi Gempa Parigi Moutong utama telah berakhir dan tim di lapangan tetap siaga. Mereka terus melakukan pemantauan, asesmen, serta pendataan terhadap kerusakan dan dampak yang ditimbulkan oleh Gempa Parigi Moutong ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BPBD, BMKG, serta pemerintah daerah. Hal ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan dan menghindari informasi yang tidak akurat.






