Narasita.com- PALU, — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 Wita. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer, sekitar 42 kilometer di tenggara Kota Palu.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, dan daerah lainnya di Sulawesi Tengah.

Laporan sementara dari aparat kewilayahan menyebutkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa. Di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, kerusakan dilaporkan terjadi pada beberapa toko, rumah warga, serta sejumlah ruas jalan yang terdampak guncangan.

Hingga saat ini, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kemungkinan adanya korban jiwa maupun korban luka.

Sementara itu, di sejumlah kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah belum terdapat laporan mengenai kejadian menonjol pascagempa. Aparat kewilayahan jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kodam XXIII/Palaka Wira melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya guna memantau perkembangan situasi dan mendukung langkah-langkah penanganan darurat.

Pangdam XXIII/Palaka Wira juga telah memerintahkan seluruh satuan TNI di wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan pendataan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Satuan kewilayahan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana,” demikian keterangan yang disampaikan Kodam XXIII/Palaka Wira.

Secara umum, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat pascagempa dilaporkan tetap kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Warga juga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG dan instansi pemerintah terkait guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kodam XXIII/Palaka Wira menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi serta siap mendukung upaya penanggulangan bencana dan penanganan masyarakat terdampak di wilayah Sulawesi Tengah.rls