MADRID, NARASITA – Atlético Madrid secara resmi memperkenalkan Alejandro Grimaldo sebagai bek kiri baru mereka pada musim panas 2026. Pemain berusia 30 tahun ini didatangkan dari Bayer Leverkusen dan disebut-sebut sebagai spesialis tendangan bebas terbaik di Eropa, menjadikan Grimaldo Atletico Madrid sebagai transfer strategis menjelang La Liga dan Liga Champions.

Kedatangan Grimaldo Atletico Madrid diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan Matteo Ruggeri yang hijrah ke Aston Villa. Pelatih Diego Simeone membutuhkan bek kiri serbabisa yang tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi signifikan dalam fase menyerang, termasuk dari situasi bola mati.

Sejak tahun 2023, Alejandro Grimaldo telah mencatatkan delapan gol tendangan bebas langsung, sebuah rekor yang tidak tertandingi oleh pemain lain di Eropa. Teknik tendangan ‘folha seca’ yang ia kuasai membuat bola menukik tajam, sangat sulit diantisipasi oleh penjaga gawang lawan. Inspirasinya dari para eksekutor ulung seperti Juninho Pernambucano, Gareth Bale, dan Cristiano Ronaldo, terlihat jelas dalam setiap sepakannya.

Selain kemampuannya sebagai eksekutor bola mati, kontribusi Grimaldo dalam permainan terbuka juga luar biasa. Musim lalu bersama Bayer Leverkusen, ia sukses membukukan 14 gol dan 12 assist. Statistik impresif ini menunjukkan bahwa Grimaldo Atletico Madrid akan menjadi ancaman ganda di setiap pertandingan.

Kemampuan Grimaldo untuk bermain dalam skema lima bek maupun empat bek, bahkan sesekali berperan sebagai winger, sangat cocok dengan filosofi bermain Diego Simeone. Fleksibilitas ini akan memberikan lebih banyak opsi taktis bagi pelatih asal Argentina tersebut dalam menghadapi ketatnya persaingan di La Liga dan Liga Champions.

“Grimaldo adalah eksekutor tendangan bebas terbaik di Eropa. Sejak 2023, tidak ada pemain yang mencetak lebih banyak gol tendangan bebas darinya,” tulis Diario AS.

Dengan hadirnya Grimaldo Atletico Madrid, tim tidak hanya memperkuat lini pertahanan sisi kiri, tetapi juga menambah dimensi baru dalam serangan, terutama dari situasi bola mati yang sering kali menjadi penentu hasil pertandingan.