Narasita.com- PALU, – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menghadiri Wisuda ke-44 Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sabtu (—/7/2025). Dalam kesempatan itu, Anwar menegaskan pentingnya kejujuran dan komitmen pemerintah daerah membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat.

Sebanyak 337 lulusan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor resmi diwisuda dalam acara tersebut. Di hadapan para wisudawan dan orangtua, Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan dan ketimpangan.

“Saya ingin rakyat Sulawesi Tengah bukan hanya tamat sekolah, tapi juga menjadi sarjana. Tidak boleh ada anak yang gagal kuliah hanya karena tidak mampu membayar,” kata Anwar dalam sambutannya.

Menurut Anwar, Pemprov Sulteng terus mendorong realisasi program BERANI Cerdas, sebuah kebijakan yang dialokasikan dari pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan rapat untuk membiayai pendidikan. Program ini memberikan beasiswa tanpa batas waktu, yang bisa diakses baik secara daring maupun langsung.

Gubernur juga menyoroti pentingnya kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, khususnya di wilayah industri seperti Morowali. Pelatihan keterampilan kerja dan penguasaan bahasa asing, menurut dia, menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing mahasiswa asal Sulteng.

Rektor UIN Datokarama, Prof. Dr. Lukman, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur terhadap dunia pendidikan, terutama dalam menjamin keberlanjutan studi mahasiswa kurang mampu.

“Kini kami bisa meyakinkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke UIN tanpa ragu, karena ada Pak Gubernur yang menjamin tidak ada anak miskin yang tak bisa kuliah,” ujar Lukman.

Dalam pidatonya, Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran di tengah dunia yang kompleks. Ia mencontohkan seorang mahasiswa Asia di Paris yang gagal mendapat pekerjaan akibat catatan ketidakjujuran dalam transportasi umum.

“Sepintar apapun, jika akhlaknya rusak, ilmunya tidak berguna. Tapi kalau Anda jujur, Allah akan bukakan jalan,” ujar dia.

Ia juga menjelaskan bahwa wisuda kali ini digelar pada Juli sebagai langkah antisipatif terhadap lonjakan jumlah peserta pada Oktober mendatang, yang diperkirakan mencapai 1.600 orang. Dengan pembagian waktu, pihak kampus berharap orang tua tetap dapat menyaksikan langsung momen kelulusan anak-anak mereka.

UIN Datokarama juga tengah mengembangkan infrastruktur kampus. Rektor menyebut Gubernur telah menyerahkan lahan seluas 5.515 meter persegi, dan berharap proses hibah sisa lahan dapat segera terealisasi.

Sulteng Dianggap Pusat Pertumbuhan Baru
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi dan IPTEK Bappenas RI, Endang Sulastri, menyampaikan orasi ilmiah. Ia memuji langkah strategis Gubernur dalam membangun fondasi pendidikan di Sulawesi Tengah.

“Apa yang dilakukan Gubernur Anwar Hafid membuktikan bahwa daerah mampu memimpin transformasi. Sulawesi Tengah bukan lagi halaman belakang pembangunan nasional, tetapi simpul penting Nusantara,” kata Endang.

Wisuda ke-44 UIN Datokarama tidak hanya mencetak lulusan baru, tetapi juga menegaskan arah baru pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah. Di bawah kepemimpinan Anwar Hafid, pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak, jujur, dan siap bersaing.