Narasita.com- PALU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu mengakui adanya kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Manonda menjelang Ramadan 2026. Kenaikan tersebut ditemukan setelah Komisi B DPRD Palu melakukan kunjungan kerja lapangan (KKL), Jumat (23/1/2026).
Ketua Komisi B DPRD Palu, Rusman Ramli, mengatakan bahwa lonjakan harga terjadi pada sejumlah komoditas kebutuhan pokok. Meski demikian, ia menilai kenaikan tersebut masih berada dalam batas wajar dan belum memberatkan daya beli masyarakat.
“Setelah kami konfirmasi langsung dengan para pedagang, memang ada lonjakan harga beberapa bahan kebutuhan pokok. Namun, kenaikannya masih dalam kategori wajar,” ujar Rusman.
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah anggota Komisi B DPRD Palu turut hadir, di antaranya Rusman Ramli, Nurhalis Nur, Muh. Nasir Dg. Gani, Sultan Amin Badawi, dan Rienhard Vester Tamma.
Rusman menjelaskan, komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah daging ayam dan daging sapi. Harga daging ayam dan sapi masing-masing naik sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, beberapa item sembako lainnya mengalami kenaikan di kisaran Rp1.000 hingga Rp3.000.
“Kondisi ini harus dijaga. Jangan sampai memasuki bulan puasa nanti, harga kebutuhan pokok justru semakin melonjak,” tegas legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Berdasarkan data rekapitulasi dari sejumlah sumber terbuka, pada Desember 2025 harga daging ayam tercatat sekitar Rp65.000 per ekor dan daging sapi Rp130.000 per kilogram. Sementara pada Januari 2026, harga meningkat menjadi sekitar Rp75.000 per ekor untuk daging ayam dan Rp135.000 per kilogram untuk daging sapi.
Adapun komoditas dengan kenaikan harga paling rendah adalah gula putih, yakni sekitar Rp800 per kilogram. Sementara kenaikan tertinggi terjadi pada bawang merah yang melonjak hingga Rp20.000 per kilogram.
Melihat kondisi tersebut, Rusman mendesak Pemerintah Kota Palu untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan sembako di pasaran agar tidak terjadi lonjakan harga yang lebih tinggi maupun kelangkaan barang.
“Kami mendorong Pemkot Palu untuk kembali menyiapkan skema operasi pasar murah dengan berbagai promo, seperti diskon kebutuhan pokok. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan daya beli tetap terjaga,” kata Rusman.jir





