Narasita.com- MOROWALI, – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menuntaskan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 bertajuk Shaping the Future with Green Industry melalui malam apresiasi dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai kompetisi lingkungan.

Kegiatan penutupan berlangsung di Ballroom Hotel Grand Aurel, Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/6/2026).

Deputy Director of Operations PT IMIP Yulius Susanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim lingkungan perusahaan yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut tanpa mengabaikan tugas dan fungsi utama mereka.

“Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan Environmental PT IMIP atas terselenggaranya acara ini,” ujar Yulius dalam sambutannya.

Pada malam puncak tersebut, IMIP mengumumkan dan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang diikuti delegasi tenant di kawasan industri berbasis nikel itu.

PT HYNC berhasil meraih juara kategori Ruang Terbuka Hijau (RTH), sementara lomba daur ulang sampah dimenangkan oleh PT IMIP Team-B. Tim Jetty Produksi meraih peringkat pertama lomba cerdas cermat, sedangkan kompetisi melukis dimenangkan oleh perwakilan PT CSI.

Selain itu, IMIP juga memberikan penghargaan kepada tenant yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan. Penghargaan aspek pengelolaan udara diberikan kepada PT WNII, aspek pengelolaan air diraih PT IRNC, serta aspek pengelolaan limbah B3 dan non-B3 diberikan kepada PT DSI.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik industri hijau, IMIP kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Environmental Sustainability Director PT IMIP Dermawati S. mengatakan, isu lingkungan hidup dan pemanasan global menjadi tantangan yang dihadapi dunia industri dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, peringatan HLHS dimanfaatkan perusahaan untuk mendorong riset dan inovasi berkelanjutan.

“Materi LKTI tahun ini yang dihadirkan para peserta cukup kekinian dan ini dapat menjawab isu-isu yang ada secara global,” kata Dermawati.

Pada kompetisi tersebut, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) keluar sebagai juara pertama melalui gagasan pemanfaatan tanaman alga untuk membantu mengurangi dampak pemanasan yang ditimbulkan aktivitas konstruksi dan infrastruktur di kawasan industri.

Salah satu anggota tim UTY, Alles, menjelaskan bahwa inovasi tersebut berangkat dari tingginya emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan berbagai aktivitas industri.

Menurut dia, pemanfaatan alga berpotensi menjadi solusi untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung upaya penyerapan karbon.

Anggota tim lainnya, Novi, menambahkan bahwa berbagai penelitian menunjukkan alga memiliki peluang besar dalam membantu mengatasi persoalan lingkungan akibat aktivitas industri.

“Dalam konteks industri global, banyak sekali permasalahan tentang isu kesehatan, suhu, emisi dan lainnya. Sehingga sangat penting untuk diteliti dan diberikan solusi,” ujarnya.

Tim UTY meyakini konsep Algaterra Biomodul yang mereka kembangkan berpotensi diterapkan di kawasan IMIP sebagai bagian dari pengembangan kawasan industri hijau yang lebih sejuk, produktif, dan berkelanjutan.

Menurut mereka, implementasi inovasi tersebut juga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi inspirasi bagi kawasan industri lain di Indonesia.

Melalui rangkaian HLHS 2026, IMIP menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesadaran kolektif serta mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak lingkungan dan pembangunan industri yang lebih ramah lingkungan.rls