BANGGAI LAUT, NARASITA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) mempercepat realisasi pembangunan Lapas Banggai Laut dengan meninjau langsung lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah pada Senin, 27/07/2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan memperluas akses layanan pemasyarakatan di wilayah kepulauan tersebut.
Peninjauan ini dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulteng, Maulana Luthfiyanto, bersama Ketua Tim Barang Milik Negara (BMN), Riza Vidilla. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Banggai Laut dan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, serta koordinasi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengenai percepatan pembangunan Lapas Banggai Laut.
“Kehadiran kami merupakan tindak lanjut dari proses yang telah berjalan sebelumnya. Kami ingin memastikan kesiapan lokasi secara langsung sekaligus memperkuat koordinasi agar tahapan pembangunan dapat terus bergerak sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Maulana Luthfiyanto, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulteng.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman, memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan Lapas Banggai Laut. Ia menekankan bahwa keberadaan fasilitas pemasyarakatan memerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
“Keberhasilan penyelenggaraan pemasyarakatan membutuhkan sinergi yang kuat. Pembinaan warga binaan tidak cukup hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Laut dalam mendorong terwujudnya pembangunan Lapas ini,” jelas Maulana Luthfiyanto.
Fokus peninjauan kali ini adalah menindaklanjuti rencana pembangunan Lapas yang telah dimulai. Tim memastikan kesiapan lokasi pasca peletakan batu pertama, menilai kondisi lahan, akses, serta dukungan pemerintah daerah terhadap proses pembangunan.
“Dari hasil observasi di lapangan, kami menilai lokasi yang disiapkan cukup representatif dan memenuhi aspek dasar untuk mendukung pembangunan Lapas. Selanjutnya kami akan terus mengawal proses administrasi maupun teknis agar pembangunan dapat segera direalisasikan,” tambah Maulana Luthfiyanto.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut, Saiful U. Usuria, menegaskan komitmen pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa lahan seluas 4,8 hektare telah disiapkan untuk pembangunan Lapas dan siap memenuhi kebutuhan tambahan jika diperlukan.
“Kami telah menyiapkan lahan seluas 4,8 hektare dan siap memberikan dukungan apabila masih dibutuhkan penambahan lahan maupun persyaratan lainnya. Keberadaan Lapas di Banggai Laut sangat dibutuhkan untuk mendekatkan pelayanan pemasyarakatan bagi masyarakat kepulauan sekaligus memberikan dampak terhadap pembangunan daerah. Harapan kami, pembangunan ini dapat menjadi salah satu prioritas nasional,” ungkap Saiful U. Usuria, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut.
Melalui peninjauan ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan komitmennya mengawal proses pembangunan Lapas Banggai Laut melalui koordinasi berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Banggai Laut dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kehadiran Lapas di wilayah ini diharapkan memperkuat pelayanan pemasyarakatan, mendekatkan akses hukum bagi masyarakat kepulauan, serta mendukung pemerataan pembangunan di Sulawesi Tengah.





