PALU, NARASITA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Minggu (06/09). Kondisi lahan yang kering serta angin kencang menjadi faktor utama cepatnya potensi perluasan api dalam insiden Karhutla Sulteng ini.

Polda Sulawesi Tengah, melalui jajaran Polres dan dukungan Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulteng, sigap mengerahkan personel untuk menangani titik-titik kebakaran. Penanganan Karhutla Sulteng ini dilakukan secara sinergis dengan instansi terkait untuk mengendalikan api dan mencegah meluasnya dampak.

“Penanganan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Kami juga terus memantau titik-titik yang terindikasi mengalami kebakaran,” kata Kombes Pol Achmad Muhaimin, Kabidhumas Polda Sulteng, dalam keterangan tertulis pada Senin (07/09).

Karhutla dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, meliputi Kota Palu, Kabupaten Banggai, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kabupaten Parigi Moutong. Sejumlah area kebakaran berada di kawasan perbukitan, menghadirkan tantangan tersendiri bagi petugas dalam upaya pemadaman Karhutla Sulteng.

Asap tebal yang mengepul sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar lokasi kebakaran. Personel Satbrimob menggunakan peralatan khusus yang disesuaikan dengan medan sulit untuk memadamkan Karhutla Sulteng.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala, terutama di area yang ditumbuhi semak dan vegetasi kering.

Berdasarkan pemantauan hotspot di wilayah Sulawesi Tengah, terdeteksi 73 titik yang terindikasi panas. Setelah verifikasi lapangan, delapan titik dipastikan sebagai titik api, sedangkan 65 titik lainnya tidak dikategorikan sebagai titik api.

Polda Sulteng mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama di tengah kondisi lahan yang kering ini. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, guna mencegah kejadian Karhutla Sulteng berulang.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran,” ujar Achmad.