Narasita. Com- DONGGALA – Di tengah keterisolasian Dusun Tikubora, Desa Labuan Toposo, Kabupaten Donggala, pascabanjir bandang, sebuah kisah kemanusiaan terjadi. Seorang ibu muda bernama Risna (19) harus menjalani proses persalinan di rumahnya, Senin kemarin, dengan pendampingan langsung dari Bidan Desa, Ajeng Alya Wiratama Putri.

Akses menuju Dusun Tikubora hingga kini masih terputus. Jalur darat tidak dapat dilalui kendaraan akibat longsor dan banjir, sementara satu-satunya jalan masuk harus menyeberangi sungai yang belum memiliki jembatan. Debit air sungai yang biasanya hanya setinggi mata kaki, kini meningkat hingga sekitar satu meter dengan arus yang cukup deras.

Di tengah kondisi tersebut, Bidan Ajeng tetap berupaya menjangkau lokasi dan mendampingi Risna yang akan melahirkan anak keduanya. Proses persalinan pun dilakukan di rumah dengan peralatan seadanya namun tetap mengedepankan prosedur medis yang aman.

“Persalinan kita bantu di rumah. Setelah kelahiran, ibu dan bayi kita bersihkan dan rapikan, kemudian kita lanjutkan observasi. Selanjutnya kita bawa ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Ajeng.

Setelah bayi lahir dengan selamat, keputusan untuk mengevakuasi ibu dan bayi ke Puskesmas Labuan pun diambil. Evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih empat kilometer. Ajeng dibantu warga setempat serta personel TNI dan Polri menyusuri jalur sulit yang dipenuhi enam titik longsor dan satu sungai yang harus diseberangi dengan hati-hati.

“Untuk menuju lokasi saja kami harus berjalan kaki sekitar empat kilometer dan menyeberangi kuala dengan debit air yang cukup deras,” jelasnya.

Risna dievakuasi secara bergantian oleh warga hingga akhirnya tiba di fasilitas kesehatan. Di Puskesmas Labuan, ia mendapatkan observasi perdarahan pascapersalinan serta pelayanan keluarga berencana pascasalin. Sementara bayi yang baru dilahirkan memperoleh pelayanan kesehatan dasar, mulai dari pemeriksaan awal, suntikan HB-0, hingga pemberian vitamin.

Syukurnya, proses persalinan hingga evakuasi berjalan tanpa kendala medis lanjutan.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, semua berjalan lancar,” tutup Ajeng dengan nada lega.

Hingga saat ini, Dusun Tikubora masih dalam kondisi terisolasi akibat banjir bandang. Warga berharap akses darurat dapat segera dibuka agar pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya bisa kembali berjalan normal.dyl