Narasita.com- PALU, — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah menjajaki kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah guna memperkuat literasi di daerah.
Langkah tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di ruang Kepala Dispusaka Sulteng, Selasa (9/6/2026). Pertemuan dipimpin Kepala Dispusaka Sulteng, Siti Rachmi Amir Singi, dan dihadiri jajaran pejabat kedua lembaga.
Ketua KPID Sulteng, Andi Kaimuddin, mengatakan audiensi dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi KPID sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
“Kami datang dengan maksud mengkolaborasikan dan menyelaraskan program yang ada di KPID dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, khususnya yang berkaitan dengan literasi,” ujar Andi.
Menurut dia, kolaborasi antarlembaga menjadi penting di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi berbagai instansi pemerintah. Keterbatasan anggaran, kata dia, tidak boleh menjadi hambatan dalam menjalankan program pelayanan publik.
Dalam pertemuan tersebut, Dispusaka Sulteng mengusulkan pengisian konten podcast melalui jaringan mitra penyiaran KPID. Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi pengelolaan media sosial untuk mendukung penguatan budaya literasi di era digital.
Dispusaka Sulteng juga meminta dukungan KPID dalam menyosialisasikan regulasi dan aspek akuntabilitas terkait pengelolaan perpustakaan sekolah kepada masyarakat.
Audiensi itu dihadiri Sekretaris Dispusaka Sulteng Muh. Idham Khalid, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Munashir, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Nurseha, serta sejumlah staf.
Sementara dari pihak KPID Sulteng hadir Ketua KPID Andi Kaimuddin bersama tiga komisioner lainnya, yakni Yeldi S. Adel, Faras Muhadzhib, dan Mita Meinansi.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kedua lembaga dalam membangun sinergi antara penguatan literasi dan penyiaran. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas literasi masyarakat Sulawesi Tengah. Rls





