GORONTALO UTARA, NARASITA – Riska Halid, mahasiswi pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG), tewas tenggelam saat mandi di Pantai Pulau Bogisa, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), pada Minggu 02/08. Korban berusia 25 tahun itu sempat ditolong oleh seorang wisatawan asing, namun nyawanya tidak tertolong. Peristiwa nahas ini menambah daftar kasus mahasiswi UNG tenggelam di lokasi wisata.

Peristiwa tragis yang menimpa Riska Halid terjadi sekitar pukul 06.30 Wita di Pantai Pulau Bogisa, Kecamatan Ponelo Kepulauan. Komandan Pos SAR Kwandang Gorontalo Utara, Alan Hasania, menjelaskan bahwa Riska merupakan bagian dari rombongan sembilan orang yang berwisata sejak Sabtu 01/08 dan menginap di lokasi tersebut. Kasus mahasiswi UNG tenggelam ini mengejutkan banyak pihak.

“Mereka ada 9 orang dari kemarin Sabtu tanggal 01 Agustus datang di pantai Pulau Bogisa untuk berwisata liburan dan menginap di sana. Jadi pagi tadi mereka 7 orang mandi di pantai lalu mereka kembali ke daratan untuk sarapan makan, kemudian 5 orang mandi lagi dan terseret arus ombak dan tenggelam,” kata Alan Hasania.

Riska dan lima rekannya memutuskan untuk kembali mandi di pantai setelah sarapan, namun tiba-tiba terseret arus ombak yang kuat. Upaya pertolongan pertama sempat diberikan oleh seorang wisatawan asal Jerman yang mencoba melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada korban. Kendati demikian, Riska tidak menunjukkan respons apapun setelah kejadian mahasiswi UNG tenggelam ini.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian, tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Proses evakuasi berhasil dilakukan, dan jasad Riska Halid kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Insiden mahasiswi UNG tenggelam ini menjadi peringatan bagi pengunjung pantai agar selalu waspada terhadap kondisi arus.