Narasita.com- Manfaat buah rambai mulai banyak menarik perhatian karena buah tropis ini tidak hanya memiliki rasa manis dan sedikit asam, tetapi juga mengandung sejumlah zat gizi dan senyawa tumbuhan yang berpotensi mendukung kesehatan.
Rambai merupakan buah dari tanaman Baccaurea motleyana yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah ini umumnya dikonsumsi langsung setelah dikupas, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai makanan dan minuman.
Meski demikian, manfaat buah rambai sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola makan sehat. Rambai bukan obat dan tidak dapat menggantikan pengobatan medis untuk penyakit tertentu.
Mengenal Buah Rambai
Buah rambai memiliki daging berwarna putih hingga kekuningan dengan rasa manis-asam. Buah ini dikenal sebagai salah satu buah tropis yang dimanfaatkan sebagai pangan segar maupun bahan masakan.
Selain daging buah, kulit rambai juga mulai mendapat perhatian dalam penelitian. Studi yang diterbitkan pada 2026 menemukan bahwa kulit buah rambai mengandung sejumlah senyawa bioaktif, termasuk kelompok fenolik, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, serta beberapa mineral.
Lantas, apa saja manfaat buah rambai untuk kesehatan yang perlu diketahui?
1. Membantu Menambah Asupan Serat
Salah satu alasan buah layak dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari adalah kandungan seratnya.
Serat membantu mendukung fungsi sistem pencernaan dan dapat membantu menjaga konsistensi buang air besar. Mengonsumsi rambai sebagai bagian dari pola makan yang beragam dapat membantu menambah asupan serat dari buah.
Namun, manfaat ini tetap perlu didukung dengan konsumsi air yang cukup dan makanan berserat lainnya.
2. Mengandung Senyawa Antioksidan
Penelitian terbaru terhadap kulit buah rambai menunjukkan adanya kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dalam pengujian laboratorium.
Dalam studi tersebut, ekstrak kulit rambai menunjukkan aktivitas dalam menangkal radikal bebas melalui pengujian DPPH dan ABTS. Peneliti juga menemukan kandungan fenolik dan flavonoid yang cukup signifikan pada ekstrak kulit buah rambai.
Meski menjanjikan, hasil uji laboratorium pada ekstrak tidak dapat langsung disamakan dengan efek mengonsumsi buah rambai dalam jumlah biasa.
3. Menyumbang Mineral bagi Tubuh
Kulit buah rambai yang diteliti dalam studi 2026 juga mengandung sejumlah mineral, antara lain kalsium, kalium, zat besi, mangan, tembaga, dan seng.
Mineral tersebut merupakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi normal. Namun, jumlah mineral yang diperoleh seseorang dari rambai bergantung pada bagian buah yang dikonsumsi, jumlahnya, varietas, serta pengolahannya.
Karena itu, rambai lebih tepat dipandang sebagai salah satu sumber pangan dalam menu beragam, bukan sebagai satu-satunya sumber vitamin atau mineral.
4. Berpotensi Mendukung Pola Makan Sehat
Buah rambai dapat menjadi pilihan camilan buah karena dapat dikonsumsi langsung dan memberikan rasa manis serta asam yang menyegarkan.
Mengonsumsi berbagai jenis buah membantu membuat pola makan lebih beragam. Rambai dapat dikombinasikan dengan buah lain sehingga kebutuhan zat gizi tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, konsumsi buah sebaiknya menjadi bagian dari pola makan yang juga mencakup sayuran, sumber protein, biji-bijian, dan cukup air.
5. Kulit Rambai Memiliki Potensi untuk Diteliti Lebih Lanjut
Menariknya, penelitian terbaru tidak hanya melihat daging buah rambai, tetapi juga bagian kulitnya.
Studi yang diterbitkan pada 2026 menemukan 27 senyawa bioaktif utama pada ekstrak kulit rambai. Penelitian tersebut juga menemukan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dalam pengujian laboratorium.
Temuan ini membuat kulit rambai berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui bagaimana kandungan tersebut bekerja pada manusia.
Apakah Buah Rambai Bisa Mengobati Penyakit?
Pertanyaan ini penting karena rambai kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat pengobatan tradisional.
Sejumlah penelitian terhadap Baccaurea motleyana memang menemukan aktivitas biologis tertentu dalam ekstrak buah, kulit, atau bijinya. Misalnya, penelitian pada ekstrak biji rambai menemukan aktivitas yang berkaitan dengan efek antimikroba dan penurunan kadar gula darah pada model penelitian. Namun, hasil penelitian tersebut belum berarti buah rambai dapat digunakan sebagai obat bagi manusia.
Karena itu, rambai sebaiknya dikonsumsi sebagai makanan, bukan sebagai pengganti obat atau terapi dokter.
Cara Mengonsumsi Buah Rambai dengan Aman
Agar lebih aman dan tetap mendapatkan manfaat buah rambai, perhatikan beberapa hal berikut:
- Cuci buah rambai dengan air mengalir sebelum dikupas dan dikonsumsi.
- Pilih buah yang masih segar dan tidak berjamur.
- Konsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.
- Jika sedang mengontrol kadar gula darah, perhatikan jumlah buah dan total asupan karbohidrat dalam sehari.
- Jangan mengonsumsi buah yang sudah berubah bau, tekstur, atau menunjukkan tanda pembusukan.
- Jika muncul keluhan setelah mengonsumsi rambai, hentikan sementara dan perhatikan kondisi tubuh.





