Narasita.com- PALU — Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi NasDem, Mutmainnah Korona, meminta Pemerintah Kota Palu memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak yang diduga menjadi korban kekerasan seksual di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Tatanga.
Menurut Mutmainnah, kasus yang saat ini sedang ditangani aparat penegak hukum tersebut harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah untuk memastikan korban memperoleh perlindungan dan layanan pemulihan yang memadai.
“Pemerintah daerah perlu hadir memberikan pendampingan kepada korban, termasuk melalui layanan konseling secara berkala agar proses pemulihan psikologis anak dapat berjalan dengan baik,” kata Mutmainnah, Sabtu (13/6).
Ia mengatakan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak perlu berkoordinasi dalam memberikan layanan pendampingan kepada korban dan keluarganya.
Menurut dia, keluarga memiliki peran penting sebagai sistem pendukung utama dalam membantu pemulihan anak pascakejadian yang dialami.
Selain pendampingan korban, Mutmainnah juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Terkait proses hukum yang sedang berjalan, ia menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian dan meminta seluruh pihak menghormati proses tersebut.
“Jika nantinya ada putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap, pemerintah daerah perlu mengambil langkah sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Mutmainnah menilai kasus tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Anak-anak harus merasa aman di lingkungan pendidikan. Karena itu, upaya pencegahan dan edukasi perlu terus diperkuat dengan melibatkan sekolah, orang tua, dan masyarakat,” katanya.rls





