Narasita. Com- Palu, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Tengah menggelar Pelatihan Ekspor dan Business Matching bagi pelaku usaha packing house durian di Hotel Khas Palu, pekan ini. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar global.

Sulawesi Tengah diketahui memiliki potensi besar sebagai penghasil durian unggulan. Namun, sebagian besar produksi masih dipasarkan dalam bentuk segar di pasar lokal. Melalui pelatihan ini, OJK bersama pemangku kepentingan berupaya membekali pelaku usaha dengan pengetahuan ekspor, pemenuhan standar mutu internasional, sistem ketertelusuran produk, strategi pemasaran digital, serta akses pembiayaan dan asuransi ekspor.

“Dengan pelatihan ini, pelaku usaha tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki peluang nyata untuk bersaing di pasar internasional,” ujar Kepala OJK Sulawesi Tengah dalam sambutannya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan Balai Karantina, OJK Sulawesi Tengah, serta perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Balai Karantina, Dinas Pangan, BPR Binarta Luhur, dan sejumlah packing house durian.

Peserta juga menerima materi dari berbagai pihak, di antaranya:TPAKD provinsi dan kabupaten terkait strategi penguatan ekonomi daerah,Balai Karantina mengenai fasilitasi ekspor,Bank Indonesia tentang pengembangan UMKM ekspor,Bea Cukai mengenai ketentuan kepabeanan,Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi tentang pemasaran digital,Lembaga jasa keuangan terkait pembiayaan dan asuransi ekspor.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi kesempatan berharga bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring sekaligus meningkatkan kapasitas.

“Durian Sulawesi Tengah harus kita dorong menjadi ikon ekonomi kreatif daerah. Selain diekspor dalam bentuk segar, durian juga berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta memperkuat branding Sulawesi Tengah di pasar global,” kata Anwar.

OJK berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak pelaku usaha ekspor dari Sulawesi Tengah. Dengan dukungan sinergi berbagai pihak, durian asal daerah tersebut diharapkan tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional dengan kualitas yang kompetitif.