PANDEGLANG, NARASITA – Operasi pencarian terhadap rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, memasuki hari keempat pada Jumat, 11 September 2026. Hingga kini, delapan orang tersebut belum ditemukan, dan tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dengan hasil nihil.
Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, setelah berangkat dari dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB, sekitar 42 menit setelah keberangkatan, saat salah satu jurnalis membagikan lokasi terakhirnya.
Lima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan adalah Muhammad Bagus Khoirunnas (28) dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus (42) dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, seorang pewarta foto lepas. Mereka ditemani oleh tiga awak kapal: Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa operasi pencarian terus dioptimalkan. “Operasi pencarian yang sudah memasuki hari keempat terhadap speedboat yang mengalami lost kontak di sekitaran perairan Gunung Anak Krakatau,” kata Al Amrad.
Pada hari keempat pencarian, area operasi telah diperluas meliputi empat sektor utama dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi. Area ini mencakup wilayah perairan Selat Sunda hingga ke arah Lampung, dengan fokus pada laut lepas serta Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Tim SAR gabungan mengerahkan 13 kapal dan lebih dari 300 personel dalam upaya menemukan delapan orang yang hilang ini.
“Berdasarkan hasil pemantauan visual menggunakan teropong belum ada tanda penemuan lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Pulau Sertung,” tambah Al Amrad, mengonfirmasi nihilnya temuan signifikan di salah satu area fokus pencarian.
Sebelumnya, pada hari ketiga pencarian, tim SAR sempat menemukan sebuah pelampung di sebelah barat perairan Cikoneng-Labuan. Namun, temuan tersebut belum dapat dikaitkan langsung dengan keberadaan rombongan yang hilang. Basarnas memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) akan dioptimalkan selama tujuh hari ke depan.
Peristiwa hilangnya rombongan ini telah menarik perhatian berbagai pihak. Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar pencarian dilakukan secara maksimal. Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Najamudin menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir turut menyampaikan empati dan doa agar delapan orang tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti hilang kontaknya kapal tersebut. Meskipun kapal dinyatakan layak berlayar sebelum keberangkatan, kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau saat kejadian masih dalam analisis lebih lanjut oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).




