Narasita.com- Morowali, – Kepolisian Resor Morowali terus mengedukasi para sopir angkutan barang terkait pentingnya keselamatan berkendara. Melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), jajaran Polres Morowali turun langsung ke ruas utama Jalan Trans Sulawesi untuk menyosialisasikan bahaya muatan berlebih atau overload kepada para pengemudi kendaraan roda empat (R4) dan roda enam (R6), Kamis (10/7/2025).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Morowali, IPTU Ni Nyoman Sukreni, didampingi AIPTU Irfan dan AIPDA Artono Amin.

Sosialisasi digelar serentak di tiga titik strategis yang menjadi jalur padat kendaraan berat, yaitu pintu masuk Kota Bungku (Desa Bahomoleo), depan SPBU Bahomohoni, dan persimpangan lampu lalu lintas Desa Bente.

Dalam kegiatan itu, petugas membagikan brosur dan menyampaikan himbauan langsung kepada sopir angkutan. Isi brosur memuat informasi seputar dampak negatif muatan berlebih, mulai dari risiko kecelakaan lalu lintas, kerusakan infrastruktur jalan, hingga potensi pelanggaran hukum.

“Muatan berlebih itu ancamannya bukan main. Bisa membahayakan sopir sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” ujar IPTU Sukreni.

Menurutnya, sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Morowali untuk menekan angka kecelakaan dan mendorong budaya berlalu lintas yang tertib dan berkeselamatan, khususnya di jalur-jalur logistik dan distribusi barang.

Salah satu sopir truk, Darman (43), menyambut baik inisiatif Satlantas tersebut.

“Kadang kita kejar target muatan tanpa mikir risiko. Kalau ada petugas turun langsung begini, jadi ingat lagi pentingnya jaga keselamatan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau tertib dan kondusif. Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa program serupa akan terus digencarkan secara berkala di berbagai titik rawan lainnya di wilayah Morowali.(rlis)