PALU, NARASITA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu masih intensif memburu pelaku penyerangan yang menyebabkan tiga korban terluka di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pengejaran terduga pelaku ini dilakukan menyusul insiden yang membuat seorang anak, pria 32 tahun, dan istrinya, 23 tahun, dievakuasi untuk perawatan medis.
Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena melalui Kasat Reskrim AKP Ismail Boby menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan detail karena proses pengejaran terhadap terduga pelaku penyerangan masih terus berjalan. Tim Satreskrim Polresta Palu fokus pada upaya penangkapan.
“Tim kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Video yang beredar di media sosial masih diduga menampilkan pelaku, namun hal tersebut masih dalam proses pendalaman,” kata AKP Ismail Boby.
Selain melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penyerangan, Satreskrim Polresta Palu juga telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi di lokasi kejadian turut dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan kasus ini.
Tiga korban penyerangan, yakni seorang anak, seorang pria berusia sekitar 32 tahun, dan seorang perempuan berusia 23 tahun (istri dari korban pria) telah dievakuasi polisi. Saat ini, korban perempuan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu setelah insiden penyerangan tersebut.
AKP Ismail Boby mengajak masyarakat untuk mendoakan agar proses penangkapan terhadap terduga pelaku penyerangan dapat segera berhasil. Ia menekankan pentingnya dukungan publik dalam mengungkap kasus ini. Masyarakat dapat memantau informasi resmi dari Kepolisian Republik Indonesia terkait perkembangan kasus kriminalitas.
“Kami memohon doa dan dukungan dari rekan-rekan media maupun masyarakat agar pelaku segera berhasil ditangkap. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan dan pengejaran menunjukkan hasil,” ujarnya.
Hingga laporan ini ditulis, Polresta Palu masih terus mengembangkan penyelidikan. Identitas maupun motif di balik peristiwa penyerangan ini belum diungkap kepada publik.





