PAREPARE, NARASITAPSM Makassar dipastikan akan menjalani dua pertandingan kandang Super League 2026/27 tanpa kehadiran penonton. Sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI musim lalu menjadi penyebab utama Juku Eja harus menghadapi Arema FC dan Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie, Parepare, tanpa dukungan langsung suporter mereka. Kondisi PSM Makassar tanpa penonton ini membawa dampak signifikan, baik dari sisi atmosfer pertandingan maupun finansial.

Hukuman tersebut juga mencakup penutupan penuh Tribune Selatan selama satu musim penuh. Hal ini berarti PSM Makassar akan kehilangan sekitar 1.000 suporter setianya di setiap pertandingan kandang. Kerugian finansial yang ditaksir akibat absennya penonton mencapai Rp850 juta dari potensi penjualan tiket.

Dua laga kandang yang terdampak oleh sanksi PSM Makassar tanpa penonton ini adalah pertandingan pekan kedua melawan Arema FC dan pekan ketiga menghadapi Persita Tangerang. Ketidakhadiran suporter tentu akan mengurangi tekanan bagi tim lawan yang bertandang ke markas PSM Makassar.

Manajemen PSM Makassar tidak tinggal diam menghadapi tantangan ini. Muhammad Nur Fajrin dari manajemen klub mengajak seluruh elemen suporter untuk melupakan insiden buruk musim lalu dan kembali fokus berkolaborasi demi kemajuan tim. Dukungan tetap dibutuhkan, meskipun tidak bisa secara langsung di stadion untuk beberapa laga awal.

“Kita butuh kolaborasi sebanyak mungkin untuk kembalikan PSM Makassar ke posisi seharusnya,” kata Muhammad Nur Fajrin.

Situasi PSM Makassar tanpa penonton ini menjadi pengingat pentingnya kedisiplinan bagi setiap klub dan suporter di kancah sepak bola Indonesia. PSM Makassar harus berjuang ekstra di awal musim tanpa dukungan penuh dari ribuan pendukung setianya.